Fikih Thaharah dalam Kitab Matan Taqrib (Bab Wudhu, Istinja', dan Pembatal Wudhu)

 


Bismillahirrahmanirrahim.

Thaharah (bersuci) merupakan syarat sah ibadah, terutama salat. Dalam Matan Al-Ghayah wat Taqrib karya Imam Abu Syuja', dijelaskan secara ringkas namun padat mengenai tata cara bersuci, mulai dari rukun dan sunnah wudhu, adab istinja', hingga perkara-perkara yang membatalkan wudhu. �

1. Enam Rukun Wudhu

Kitab ini menjelaskan bahwa rukun wudhu ada enam, yaitu:

-Niat ketika membasuh wajah.

-Membasuh seluruh wajah.

-Membasuh kedua tangan hingga siku.

-Mengusap sebagian kepala.

-Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.

-Tertib (berurutan sesuai urutan yang telah ditentukan).

Apabila salah satu rukun ini ditinggalkan, maka wudhu tidak sah. �

2. Sepuluh Sunnah Wudhu

Selain rukun, terdapat sepuluh sunnah yang menyempurnakan wudhu, yaitu:

Membaca basmalah.

Mencuci kedua telapak tangan sebelum memasukkannya ke dalam wadah air.

-Berkumur.

-Menghirup air ke hidung.

-Mengusap seluruh kepala.

-Mengusap kedua telinga dengan air baru.

+Menyela-nyela jenggot yang lebat.

-Menyela-nyela jari tangan dan kaki.

-Mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan.

-Membasuh setiap anggota sebanyak tiga kali dan dilakukan secara berkesinambungan (muwalah). �

3. Hukum dan Adab Istinja'

Istinja' hukumnya wajib setelah buang air kecil maupun buang air besar.

Cara yang paling utama adalah:

Membersihkan najis dengan batu atau benda sejenis yang suci terlebih dahulu, kemudian disempurnakan dengan air.

Boleh menggunakan air saja, atau tiga batu yang mampu membersihkan najis. Namun jika memilih salah satunya, maka menggunakan air lebih utama.

Adab ketika buang hajat antara lain:

-Tidak menghadap atau membelakangi kiblat di tempat terbuka.

-Tidak buang hajat di air yang tergenang.

-Tidak di bawah pohon yang sedang berbuah.

-Tidak di jalan, tempat berteduh, atau lubang.

-Tidak berbicara ketika buang hajat.

-Tidak menghadap matahari dan bulan serta tidak membelakanginya menurut adab yang disebutkan dalam kitab. �

4. Enam Hal yang Membatalkan Wudhu

Wudhu batal karena enam perkara:

Keluar sesuatu dari qubul atau dubur.

Tidur yang tidak dalam posisi tetap (tidak kokoh duduknya).

Hilang akal karena mabuk, pingsan, atau sakit.

Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tanpa penghalang (menurut mazhab Syafi'i).

Menyentuh kemaluan manusia dengan telapak tangan bagian dalam.

Menyentuh lingkaran dubur dengan telapak tangan menurut pendapat jadid dalam mazhab Syafi'i. �

Penutup

Bab ini mengajarkan bahwa bersuci bukan hanya membersihkan anggota tubuh, tetapi juga melatih seorang muslim untuk menjaga kebersihan, adab, dan ketelitian dalam beribadah. Dengan memahami rukun, sunnah, adab istinja', dan pembatal wudhu, diharapkan ibadah salat yang kita lakukan menjadi sah dan lebih sempurna.

**Wallahu a'lam bish-shawab.**

Penandatanganan MoU Inet Media dan Lembaga Ekonomi GP Ansor Buaran Perkuat Kerja Sama Pemasaran Layanan Internet


 

Buaran, Pekalongan – Sebagai langkah memperluas jangkauan layanan internet sekaligus memperkuat sinergi dengan organisasi kepemudaan, Inet Media, perusahaan penyedia layanan WiFi yang beralamat di Gapuro, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Ekonomi GP Ansor Kecamatan Buaran melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada hari ini.

Kegiatan penandatanganan MoU berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Inet Media dan Lembaga Ekonomi GP Ansor Buaran menyepakati kerja sama di bidang pemasaran (marketing) layanan internet yang dikelola oleh Inet Media.

Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan internet yang berkualitas, sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi kader-kader GP Ansor melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan pemasaran dan pengembangan jaringan pelanggan.

Perwakilan kedua belah pihak menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis yang saling menguntungkan. Inet Media mendapatkan dukungan jaringan pemasaran yang lebih luas, sementara Lembaga Ekonomi GP Ansor Buaran memperoleh kesempatan untuk mengembangkan unit usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Penandatanganan MoU ditandai dengan penyerahan dokumen kerja sama dan sesi berjabat tangan sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun kemitraan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemajuan masyarakat.

Melalui kerja sama ini, diharapkan layanan internet Inet Media dapat menjangkau lebih banyak pelanggan di wilayah Buaran dan sekitarnya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kader GP Ansor melalui berbagai program pemasaran yang akan dijalankan secara bersama-sama.

"Kami berharap kerja sama ini menjadi awal yang baik untuk membangun sinergi antara dunia usaha dan organisasi kepemudaan dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar perwakilan pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dengan ditandatanganinya MoU ini, Inet Media dan Lembaga Ekonomi GP Ansor Kecamatan Buaran berkomitmen untuk terus menjalin hubungan kemitraan yang produktif demi mendukung perkembangan layanan digital dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Pekalongan dan Batang.

Agama Mawa

       

 
        Sang Kyai pernah dhawuh, "Mengamalkan dan memperjuangkan syariat Islam ing jaman akhir iku ibarat nggegem mowo. Senajan panas kudu tetep digenggem kenceng. Ngrasakke panas sitik ng ndonyo orapopolah tinimbang ngrasakke panas suwe ng akhirat." 

        Aku mencoba mengulang sedikit kalam beliau yang belum aku paham sampai sekarang. Lalu aku bertanya pada diriku sendiri; Dimana tempat mencari mowo? Bolehkah mowo ini ditaruh sebentar saja untuk leren dari rasa panas dan kembali lagi setelah siap menggenggam? Atau bolehkah kalau menggenggam mowonya memakai sarung tangan anti panas?

#ngenyang

Kontributor : Sanjoku

Shalat Tarawih: Sejarah, Hukum, dan Jumlah Rakaatnya

 


1. Hikmah Disyariatkannya Tarawih

Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan. Ia termasuk qiyam Ramadhan yang memiliki keutamaan besar, sebagaimana sabda Nabi ﷺ bahwa siapa yang menghidupkan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Pada masa Rasulullah ﷺ, beliau pernah melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah bersama para sahabat di masjid. Namun kemudian beliau tidak melanjutkannya secara rutin berjamaah karena khawatir akan diwajibkan atas umatnya. Hal ini menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya agar tidak terbebani.

2. Praktik Tarawih di Masa Sahabat

Setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, kaum muslimin pada masa khalifah Umar bin Khattab رضي الله عنه melaksanakan tarawih secara berjamaah. Pada awalnya, mereka shalat sendiri-sendiri atau dalam kelompok kecil di masjid.

Melihat kondisi tersebut, Umar رضي الله عنه berinisiatif mengumpulkan mereka di bawah satu imam, yaitu Ubay bin Ka‘ab رضي الله عنه. Beliau berkata, “Sebaik-baik bid‘ah adalah ini,” maksudnya adalah pembaruan dalam bentuk pengaturan teknis pelaksanaan, bukan bid‘ah dalam arti menyimpang dari syariat. Karena hakikatnya, tarawih berjamaah telah dilakukan sebelumnya oleh Rasulullah ﷺ.

Sejak saat itu, shalat tarawih berjamaah menjadi tradisi kaum muslimin dan terus diamalkan hingga sekarang.

3. Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa riwayat tentang jumlah rakaat tarawih memang beragam.

Sebagian riwayat menyebutkan 11 rakaat atau 13 rakaat, sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah رضي الله عنها tentang qiyam Rasulullah ﷺ.

Pada masa Umar bin Khattab رضي الله عنه, kaum muslimin melaksanakan tarawih sebanyak 20 rakaat.

Mayoritas ulama dari empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi‘i, dan Hanbali) berpendapat bahwa tarawih adalah 20 rakaat, ditambah witir.

Perbedaan ini menunjukkan keluasan syariat Islam. Jumlah rakaat bukanlah inti utama, melainkan kekhusyukan, keikhlasan, dan kesungguhan dalam menghidupkan malam Ramadhan.

4. Bacaan dalam Shalat Tarawih

Pada masa sahabat dan tabi‘in, para imam membaca ayat-ayat yang panjang dalam tarawih. Bahkan diriwayatkan bahwa ada yang mengkhatamkan Al-Qur’an dalam shalat tarawih selama bulan Ramadhan.

Hal ini menunjukkan bahwa tarawih bukan sekadar shalat tambahan, tetapi momentum untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, memperdalam tadabbur, dan menghidupkan malam dengan ibadah.

5. Tarawih Berjamaah atau Sendiri?

Para ulama menjelaskan bahwa shalat tarawih boleh dilakukan sendiri maupun berjamaah. Namun berjamaah di masjid lebih utama karena:

Menghidupkan syiar Islam.

Menguatkan ukhuwah.

Mengikuti praktik para sahabat.

Lebih memotivasi dalam menjaga konsistensi ibadah.

Akan tetapi, jika seseorang lebih khusyuk shalat di rumah, maka itu pun dibolehkan.

Penutup

Shalat tarawih adalah warisan sunnah yang agung. Ia telah dipraktikkan oleh Rasulullah ﷺ, dihidupkan kembali secara berjamaah oleh Umar bin Khattab رضي الله عنه, dan diteruskan oleh generasi setelahnya.

Perbedaan jumlah rakaat tidak seharusnya menjadi sebab perpecahan, karena semuanya memiliki dasar riwayat. Yang terpenting adalah menghidupkan malam Ramadhan dengan iman, harap akan pahala, dan hati yang khusyuk.

Hikmah Puasa dan Bahaya Berlebihan Saat Berbuka

 



Puasa disyariatkan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi sebagai jalan penyucian jiwa dan penguatan ruhani. Dalam penjelasan para ulama disebutkan bahwa pada awalnya umat terdahulu juga diwajibkan berpuasa, kemudian Allah meringankan dan menyempurnakan syariat ini bagi umat Nabi Muhammad ﷺ sebagai bentuk rahmat dan kemuliaan.

Puasa mengandung hikmah besar. Ia mendidik manusia untuk mengendalikan nafsu makan, minum, dan syahwat. Dengan berpuasa, seorang hamba belajar menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya halal pada waktu tertentu, demi ketaatan kepada Allah. Inilah latihan pengendalian diri yang sangat berharga. Ketika seseorang mampu menahan yang halal, maka seharusnya ia lebih mampu menjauhi yang haram.

Hikmah dalam Berbuka

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa faedah puasa tidak akan sempurna jika seseorang justru berlebihan ketika berbuka. Tujuan puasa adalah melemahkan dorongan hawa nafsu, bukan malah menguatkannya kembali dengan makan dan minum secara berlebihan. Jika sepanjang hari menahan lapar, lalu saat berbuka melampiaskan dengan aneka hidangan, maka hikmah puasa menjadi berkurang.

Berlebih-lebihan dalam makan saat berbuka dan sahur dapat mengeraskan hati dan melemahkan semangat ibadah. Perut yang terlalu kenyang seringkali membuat seseorang malas untuk shalat malam, berdzikir, dan membaca Al-Qur’an. Padahal Ramadhan adalah bulan peningkatan ibadah, bukan bulan pesta makanan.

Karena itu, para salafus shalih dahulu sangat menjaga diri ketika berbuka. Mereka makan secukupnya, sekadar untuk menguatkan badan agar tetap semangat beribadah. Fokus utama mereka adalah meraih keberkahan dan ampunan, bukan kenikmatan duniawi.

Teladan Rasulullah ﷺ

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi ﷺ memiliki kekhususan yang Allah berikan, sebagaimana sabda beliau bahwa beliau “diberi makan dan minum oleh Allah.” Para ulama menjelaskan bahwa hal ini merupakan kemuliaan khusus bagi beliau, bukan untuk ditiru secara harfiah oleh umatnya. Intinya, Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa kekuatan ruhani jauh lebih utama daripada sekadar kekuatan jasmani.

Beliau juga mencontohkan kesederhanaan dalam berbuka. Cukup dengan beberapa butir kurma atau air, lalu dilanjutkan dengan shalat. Ini menunjukkan keseimbangan antara kebutuhan tubuh dan kepentingan ibadah.

Peringatan dari Para Ulama

Dalam kitab tersebut juga dikutip nasihat seorang ulama besar yang mengingatkan bahwa puasa akan menjadi sia-sia jika diiringi dengan sikap berlebihan dalam makanan dan minuman. Jika seseorang berpuasa namun saat berbuka justru menumpuk makanan dan mengikuti hawa nafsu, maka ia kehilangan esensi puasa itu sendiri.

Puasa seharusnya melembutkan hati, menumbuhkan rasa empati kepada fakir miskin, dan menguatkan kesabaran. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya—lalai, malas ibadah, dan sibuk dengan hidangan—maka yang tersisa hanya lapar dan haus tanpa nilai spiritual yang mendalam.

Menjadikan Puasa sebagai Ibadah Sejati

Puasa yang ideal adalah puasa yang menjaga lahir dan batin. Lahirnya menahan makan dan minum, batinnya menahan diri dari dosa dan maksiat. Berbuka dilakukan dengan sederhana dan penuh syukur, bukan dengan sikap berlebihan.

Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi bulan pembinaan diri. Ia melatih disiplin, kesederhanaan, dan keikhlasan. Jika dijalani dengan benar, puasa akan melahirkan pribadi yang lebih sabar, lebih lembut hatinya, dan lebih dekat kepada Allah.

Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak hanya berpuasa secara fisik, tetapi juga meraih hikmah dan rahasia besar di balik ibadah yang mulia ini.

Keutamaan Bulan Ramadhan: Bulan Penuh Berkah dan Ampunan Part 2

 


Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dalam Islam. Ia bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan yang dipenuhi rahmat, ampunan, dan kesempatan besar bagi setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam berbagai hikayat dan riwayat yang terdapat dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, di mana pintu-pintu kebaikan dibuka lebar, sementara pintu keburukan ditutup.

Ramadhan Bulan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Di antara keistimewaan terbesar Ramadhan adalah adanya malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini merupakan malam penuh kemuliaan, di mana amal ibadah seorang hamba bernilai lebih tinggi daripada ibadah selama ribuan bulan.

Karena itulah, kaum muslimin dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan munajat kepada Allah, terutama pada malam-malam terakhir Ramadhan.

Pintu Surga Dibuka dan Setan Dibelenggu

Kitab tersebut juga menjelaskan hadis Rasulullah SAW bahwa ketika Ramadhan datang:

Pintu-pintu surga dibuka

Pintu-pintu neraka ditutup

Setan-setan dibelenggu

Ini menjadi tanda bahwa Ramadhan adalah momentum besar untuk memperbaiki diri. Allah memberikan kemudahan bagi hamba-Nya untuk melakukan kebaikan, menjauhi maksiat, dan memperbanyak amal saleh.

Amal Utama di Bulan Ramadhan

Dalam kisah-kisah yang disebutkan, terdapat beberapa amalan yang sangat ditekankan selama Ramadhan:

1. Tilawah Al-Qur’an

Ramadhan disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Orang-orang saleh terdahulu memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an sepanjang bulan ini.

2. Menjaga Lisan dan Akhlak

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang buruk, ghibah, dan perbuatan sia-sia.

3. Qiyamul Lail dan Tarawih

Ramadhan adalah bulan di mana kaum muslimin dianjurkan menghidupkan malam dengan shalat, doa, dan istighfar.

4. Sedekah dan Kebaikan Sosial

Bulan ini juga menjadi waktu terbaik untuk berbagi kepada sesama, membantu orang miskin, dan memperbanyak amal sosial.

Teladan Orang-Orang Saleh dalam Memuliakan Ramadhan

Kitab tersebut memuat hikayat tentang bagaimana para ulama dan orang-orang saleh sangat memuliakan bulan Ramadhan. Mereka menyambutnya dengan kegembiraan, memperbanyak ibadah, serta menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan memperbaiki kehidupan rohani.

Bahkan disebutkan bahwa mereka merasa sedih ketika Ramadhan akan berakhir, karena bulan tersebut adalah ladang pahala yang sangat luas.

Ramadhan Bulan Ampunan bagi Umat Islam

Di akhir pembahasan, kitab tersebut menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan pengampunan. Siapa yang bersungguh-sungguh beribadah dan memohon ampun kepada Allah, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa orang yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan adalah orang yang merugi.

Penutup

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, rahmat, dan ampunan. Bulan ini adalah kesempatan besar bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mampu memuliakan Ramadhan dengan ibadah terbaik, menjaga akhlak, memperbanyak Al-Qur’an, dan meraih ampunan serta ridha Allah.

PAC GP Ansor Buaran Gelar Rutinan Rijalul Ansor di Aula Masjid Al-Uswah

 


Buaran, Pekalongan – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Buaran kembali menggelar kegiatan Rutinan Rijalul Ansor di Aula Masjid Al-Uswah, pada [Jum'at/17  Oktober 2025].

Kegiatan yang diikuti oleh para kader Ansor dan Banser dari berbagai ranting di wilayah Buaran ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Acara diawali dengan pembacaan sholawat nariyah, dilanjutkan dengan tawassul, pembacaan maulid simtudduror, serta tausiyah keagamaan.

Dalam sambutannya, Ketua PAC GP Ansor Buaran, Adrik Hilman, menyampaikan bahwa kegiatan rutinan ini menjadi ajang memperkuat spiritualitas kader sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota.

> “Rijalul Ansor bukan hanya majelis dzikir, tetapi juga ruang pembinaan rohani agar kader Ansor dan Banser tetap teguh dalam perjuangan, berakhlak, dan cinta kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, organisasi, serta para masyayikh Nahdlatul Ulama.

Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, diharapkan semangat keagamaan dan militansi kader Ansor Buaran semakin kokoh dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan organisasi.

Tiga Orang Tua yang Harus Dimuliakan Menurut Ajaran Islam

Dalam ajaran Islam, setiap individu tidak hanya memiliki dua orang tua yang harus dihormati, melainkan tiga sosok “orang tua” yang wajib dimuliakan. Ketiganya memiliki peran besar dalam membentuk kehidupan, karakter, dan jalan kebahagiaan seseorang.

1. Orang Tua yang Melahirkan

Mereka adalah ayah dan ibu kandung yang memiliki jasa paling besar dalam hidup kita. Terutama seorang ibu yang dengan penuh pengorbanan mengandung, melahirkan, dan merawat anaknya dengan kasih sayang tanpa batas — bahkan rela bertaruh nyawa demi kehidupan buah hatinya.


Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

> وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."

(QS. Al-Isra’: 23)

> وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: 'Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.'"

(QS. Al-Isra’: 24)

Dari merekalah kita belajar tentang cinta, kesabaran, dan pengorbanan sejati. Mereka menanam benih keimanan (akidah tauhid), menumbuhkan ketaatan (syariah), serta memetik buah kebajikan (akhlak karimah). Maka, keberhasilan seorang anak sejatinya tidak pernah lepas dari doa dan peran orang tuanya.

2. Orang Tua yang Mengajarkan

Sosok ini adalah para guru — mereka yang dengan tulus mengajarkan ilmu, menanamkan nilai, dan menumbuhkan potensi dalam diri kita. Jika orang tua kandung melahirkan dan membesarkan, maka guru melatih dan menumbuhkan agar anak menjadi insan yang berilmu dan berakhlak.


Guru bukan sekadar penyampai pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga penanam nilai-nilai kemuliaan (transfer of value), pengembang keterampilan dan kemandirian (transfer of skill), serta pengajar kebijaksanaan (transfer of wisdom).

Murid yang hebat tidak lahir begitu saja, melainkan dari tangan dan bimbingan guru yang tulus dan berilmu. Rasulullah SAW bersabda:

> لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak orang berilmu (agar diutamakan pandangannya).”

(HR. Ahmad)

Guru adalah pencerah kehidupan, penerus tugas para nabi dalam menuntun manusia menuju jalan kebenaran.

3. Orang Tua yang Menikahkan

Sosok ketiga yang patut dimuliakan adalah mertua, yaitu orang tua dari pasangan hidup kita. Jika orang tua kandung melahirkan dan membesarkan, guru mendidik dan mengajarkan, maka mertua menyerahkan putra atau putrinya kepada kita dengan penuh keikhlasan dan harapan.

Mereka mempercayakan anak yang telah mereka rawat dan didik dengan penuh cinta, agar menjadi pendamping hidup yang membawa kebahagiaan dan keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda:


> "Yang paling berhak atas seorang wanita adalah suaminya, dan yang paling berhak atas seorang lelaki adalah ibunya."

(HR. Tirmidzi)

Hadis ini mengajarkan agar seorang menantu menghormati dan memuliakan orang tua dari pasangan hidupnya. Sebab, pasangan yang baik dan saleh adalah hasil didikan dari kedua orang tuanya.

Pendaftaran PKD dan Diklatsar Buaran Resmi Dibuka, Segera Isi Formulirnya

Buaran – Panitia resmi mengumumkan bahwa pendaftaran Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) di Buaran telah dibuka. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pengkaderan dan pembekalan anggota agar memiliki wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan yang kuat.

Bagi calon peserta yang ingin bergabung, panitia telah menyiapkan formulir pendaftaran yang dapat diakses secara online melalui tautan resmi berikut:

Formulir Pendaftaran PKD dan Diklatsar Buaran

Tujuan Kegiatan

Kegiatan PKD dan Diklatsar ini bertujuan untuk:

Membentuk kader yang militan, berkarakter, serta berwawasan kebangsaan.

Melatih kedisiplinan dan kepemimpinan sejak dini.

Menjadi wadah pembelajaran serta pengabdian bagi generasi muda.

Informasi Tambahan

Panitia mengimbau kepada seluruh calon peserta agar segera mengakses formulir, melengkapi data dengan benar, serta mengikuti petunjuk pendaftaran yang telah ditetapkan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan lahir kader-kader tangguh yang siap berkontribusi untuk organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara.

Gerhana "Bulan Darah" Akan Terjadi Malam Ini, NU Ajak Nahdliyin Gelar Sholat Gerhana

Pekalongan– Fenomena langka gerhana bulan total atau yang dikenal sebagai "Bulan Darah" diperkirakan akan terjadi pada malam ini, Minggu (7/9/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa masyarakat di sebagian besar wilayah Indonesia dapat menyaksikan langsung fenomena tersebut, selama kondisi langit cerah.

Gerhana bulan total terjadi ketika posisi bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga bayangan bumi menutupi bulan sepenuhnya. Warna kemerahan pada bulan disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi.

Menanggapi fenomena ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak warga Nahdliyin untuk melaksanakan sholat gerhana sebagai bentuk syukur sekaligus mempertebal keimanan.

“Gerhana adalah tanda kebesaran Allah SWT, bukan sekadar fenomena astronomi. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan sholat gerhana, memperbanyak doa, serta sedekah,” ujar Ketua Lembaga Falakiyah PBNU dalam keterangan resminya.

NU juga mengimbau agar pelaksanaan sholat gerhana dilakukan secara berjamaah di masjid maupun mushala, sembari mengingatkan jamaah untuk tidak sekadar menyaksikan fenomena ini secara ilmiah, tetapi juga menjadikannya momentum mendekatkan diri kepada Allah.

Fenomena Bulan Darah kali ini diperkirakan akan berlangsung selama lebih dari satu jam, dengan puncak gerhana terjadi sekitar pukul 20.15 WIB.


Kontributor : Hafidh Muhammad

SIKAP POLITIK AHLUS SUNNAH

Dulu, ketika ada konflik antara Mu'awiyyah dan Sayyidina Ali, para sahabat berijtihad membela salah satunya. Sahabat utama yang membela 

Mu'awiyyah, contohnya, adalah Sayyidah Aisyah (Istri Nabi) dan Zubair ibn Al Awam. Sahabat utama yang membela Sayyidina Ali adalah seperti Abu Dzar Al Ghifari, Hasan, dan Husain. Sementara yang golput adalah beberapa sahabat seperti Abdullah ibn Umar
.
Tidak hanya perang di Medsos, mereka perang betulan (menumpahkan darah). Lalu, apa sikap golongan2 Islam terhadap konflik ini?
.
Syiah Imam Ali (pendukung fanatik beliau) mengkafirkan golongan Mu'awiyyah. Lalu, golongan Mu'awiyyah (bukan Mu'awiyyahnya), yang setelah perang menjadi penguasa, mewajibkan orang-orangnya untuk mencaci maki Ali dan pengikutnya. Bahkan, para khatib harus menghina Ali sebelum berkhutbah.
.
Ada golongan lain, bukan termasuk keduanya, namun mengkafirkan dan memusuhi keduanya. Merekalah yang disebut Khawarij. Ada pula golongan yang no comment, diam saja, dan pasrah. Merekalah golongan Murjiah
.
Lalu, bagaimana komentar ahlus sunnah?
.
Ahlus Sunnah menganggap ini hanyalah persoalan duniawi, bukan akidah. Maka, mereka tetap menghormati para sahabat yang bertikai, dan menyerahkan hukumnya ke Allah. Para sahabat yang berperang pun diyakini sunni sebagai murni ijtihad, bukan karena mengkafirkan sahabat yang lain.
.
Nah, menilik kasus di atas, mari kita terapkan di kasus politik saat ini
.
Para pendukung pemerintah (Syiahnya Jokowi) dan oposisinya. Apakah kita akan menjadi Syiah Jokowi yang fanatik sehingga memfitnah oposisi, atau menjadi oposisi yang selalu menghina Jokowi, atau sampai ke Khawarij dengan mengkafirkan orang yang berpandangan politik berbeda, atau Murjiah yang pasrah saja?
.
Kalo saya sih, Sunni saja: mendukung salah sstu, namun menghormati pihak lain (apalagi ulama, loh)
.
Naah. Kalo kamu?

SETAN YANG SELALU KALAH



.
Pekerjaan Setan yang utama adalah menjadikan manusia melakukan kesalahan, baik maksiat, pertengkaran, maupun perselisihan.
.
Bisa jadi, secara lahir, kita bisa melihat di seluruh dunia bahwa Setan berhasil menyesatkan manusia. Banyak orang yang tersesat, maksiat, bertengkar, bahkan bunuh-bunuhan.
.
Pertanyaannya, apakah risalah Allah kalah dengan usaha Setan?
.
Bukan begitu, kawan.
.
Allah adalah Dzat Yang Maha Pintar. Dialah pengatur dan pencipta semua kejadian.
.
Bagi kita, maksiat tetaplah maksiat. Ada dosa, dan diancam siksa. Tapi, bagi Allah, Allah mengawal tauhid dengan kesalahan-kesalahan hamba-hamba-Nya.
.
Ssbagai contoh, kita tahu bahwa Bani Abbasiyyah membantai seluruh keluarga Bani Umayyah. Akan tetapi, ada seseorang (Abdurrahman Ad-Dakhil) yang kabur ke Maroko, membuat kerajaan di sana, hingga puncaknya, dapat menaklukkan Spanyol dan Benua Eropa.
.
Jadi, penaklukkan benua Eropa dan penyebaran Islam di sana adalah barokah dari perebutan kekuasaan.
.
Ibarat kata, Setan sudah senang karena ada hamba Allah yang membunuh saudaranya, eh... Malah dengan itu, Islam tersebar ke benua lain. Jika seperti itu, Setan menang atau kalah?
.
Bunuh bunuhan ya salah. Tapi, tidak ada gunanya? Bagi Allah, tunggu dulu.
.
Contoh lain, penyebab Nabi Yusuf menjadi raja adalah kelakuan buruk saudara-saudaranya. Mereka memasukkan Nabi Yusuf ke dalam sumur, dan berbohong dengan ayah mereka bahwa Nabi Yusuf telah dibunuh.
.
Tapi, berkat itu, beliau dibawa ke Mesir, bertemu dg raja Mesir, dan akhir hidupnya, menjadi Mentri di Mesir, meskipun juga melewati lika liku yang panjang.
.
Setan sudah senang saudara Nabi Yusuf membuang beliau, eh... Justru dengan itu, Nabi Yusuf menjadi orang mulia. Setan dapat dikatakan menang?
.
Oleh karena itu, jika kita mencari orang yang ideal untuk menjadi pemimpin, sistem yang ideal untuk sebuah negara, pejabat yang ideal untuk kita, maka niscaya yang ideal-ideal itu tidak akan kita temukan.
.
Karena apa? Karena memang ketidak idealan itulah yang Allah inginkan. Jangan sampai kita dibentak Allah, seperti Allah membentak malaikat, karena meragukan keputusan Allah mengangkat manusia yang memang merusak bumi, dan menumpahkan darah (Al Baqoroh: 30)
.
"Sesungguhnya Aku Mengetahui apa yang tidak kalian ketahui!"
.
Oleh karena itu, kita sebagai pribadi memang perlu berusaha menghindari maksiat, pertengkaran, ataupun permusuhan.
.
Akan tetapi, secara global, kita tidak perlu kecewa dengan takdir Allah yang menjadikan kita hidup di zaman yang terlihat semrawut, Setan terlihat menang, dan kita bagaikan santapan mereka. Karena dengan kesemrawutan inilah, Allah sedang mengawal tauhid.
.
Beragamalah dengan enjoy. Gitu aja kok repot
.
Hehehehe
.
Wallaahu A'lam

Kontributor : Muhammad ibnu salamah
Editor : Muhammad Hafidz ( Maspik )

SORBAN BUARAN CUP: MENCARI JUARA BARU

    Turnamen bulutangkis yang diadakan Departemen Olahraga dan Seni PAC GP Ansor Buaran akan berlangsung dari tanggal 31 Januari-22 Februari 2023 di Gor Sidokaryo Desa Pakumbulan.

    Ada 44 Tiem ganda putra akan bertanding memprebutkan gelar juara.

    Spesial pada turnamen dua tahunan kali ini adalah bertepatan dengan peringatan harlah satu abad Nahlatul Ulama'.

    Wakil Ketua PAC GP Ansor Buaran bidang Olahraga dan Seni  sahabat Waryudi mengajak kepada semua pemain, sporter dan penonton untuk selalu menjaga sportifitas dan menikmati jalanya pertandingan dengan riang gembira.

"Mari nikmati jalanya pertandingan dan selalu jaga sportifitas", ajaknya



Editor. MAB

SEORANG MUALLAF MANTAB BERKHIDMAT DI GP ANSOR

 

Peserta PKD dari PAC Buaran (Foto. Simwet)

Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, seorang Muallaf siap berkhidmat di GP Ansor Kecamatan Buaran.

  Yaitu Andreas Ahmad Siahaya SH., lulusan sarjana hukum adalah seorang Muallaf yang sudah satu tahun ini aktif dikegiatan GP Ansor Ranting Pakumbulan.

 Minggu kemarin tempatnya tanggal 16-18 Desember 2022 ia mengikuti PKD GP Ansor yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kedungwuni.

  Setelah dinyatakan lulus uji dan mendapat rekomendasi dari Pimpinan Ranting GP Ansor Pakumbulan dan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Buaran.

 Saat ditanya apakah sudah yakin betul khidmat di Ansor-Banser dengan yakin ia menjawab siap.

"Sudah mantab ikut PKD ansor, siap berkhidmat?", tanya ketua PAC GP Ansor Buaran Sahabat Muhammad Iqbal.

"Mantab gus, yakin". Jawabnya dengan penuh keyakinan.

  Selain Sahabat Andreas ada enam anggota lain dari PAC GP Ansor Buaran yang mengikuti PKD GP Ansor tersebut, yaitu sahabat Amali Riski, M. Syahrul, Ribat Alam B., M. Arif R. dan M. Aiun Najib asal dari PR GP Ansor Simbang Wetan.



Editor. MAB

PELANTIKAN GP ANSOR DESA WATUSALAM

 

Berita Ranting- Sahabat M. Rozak resmi menjabat ketua pimpinan ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Watusalam masa khidmat 2022-2024.

    Ketua dan Seluruh Pengurus Harian PR GP Ansor Watusalam dilantik di Halaman Masjid  Darussalam, Desa Watusalam, Jum'at (16/12/22) Malam.

    Adapun sususan lengkap kepengurus PR GP Ansor Watusalam sebagai berikut;


Oleh. MAB


DUA KADER TERBAIK BANSER BUARAN IKUTI DIKLATSUS BAGANA




Banser Buaran- Dua kader terbaik Satuan Kordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Kecamatan Buaran, Sahabat Atis Sutisna dan Sahabat Hisyam ikuti Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diklatsus) Banser Tanggap Bencana (Bagana).

    Kegiatan tersebut diselenggaran oleh Satuan Kordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Pekalongan, lokasi kegiatan di Karangdadap pada tanggal 15-18 Desember 2022.

    Kepala Satuan Kordinasi Rayon (Kasatkoryon) Banser Buaran, Sahabat M. Yusuf berharap kedua kader tersebut dapat lebih bermanfaat dan berperan aktif untuk masyarakat khususnya dalam penanggulangan bencana.

    "Mereka berdua adalah kader terbaik, kami harapkan peran aktif dari keduanya bersama Bagana dalam tindakan dan penanggulangan bencana" katanya

    Kepada Tim MAB Sahabat  M. Yusuf juga menyampaikan ucapan selamat kepada kedua kader Banser tersebut yang telah sukses mengikuti Diklatsus Bagana.

    "Selamat Ndan Atis dan Ndan Hisyam, semoga berkah dan manfaat" tutupnya.



Oleh. Iqbal

Editor. MAB

TERPILIH SEBAGAI KETUA GP ANSOR COPRAYAN SAHABAT HADI MOHON SEMUA ANGOTA KOMPAK BERSAMA MAJUKAN GP ANSOR

Berita Ranting- Hasil keputusan Rapat Anggota ke-5 Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Coprayan, Sabtu (17/12/22), menetapkan sahabat Ahmad Hadi Riyanto sebagai Ketua terpilih untuk masa khidmat 2022-2024.

    Ia menggantikan Ketua sebelumnya 2020-2022 Sahabat Abdul Hafidz yang telah selesai masa jebatanya.

Bertempat di SDN Desa Coprayan Rapat Anggota Ke-5 tersebut mengusung tema "Regenerasi Kepemimpinan yang Kuat dan Solid".

    Dalam sambutanya, Ketua Terpilih Sahabat Ahmad Hadi Riyanto meminta semua anggota Ansor Banser Desa Coprayan selalu kompak dan bersama-sama memajukan organisasi.

"Saya tidak bisa sendiri, saya mohon bantuanya sahabat, bersama-sama kita majukan GP Ansor Coprayan" pintanya


Oleh. MAB

Gebyar Muharrom Santunan Anak Yatim Desa Watusalam

Pengurus Ranting (PR) NU Watusalam kec. Buran Kab. Pekalongan mengadakan santunan anak yatim piatu. Kegiatan tersebut merupakan agenda program kerja tahunan yang sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. IPNU dan IPPNU yang senantiasa istiqomah dalam mensukseskan Gebyar Muharrom santunan anak yatim di desa Watusalam bekerja sama dengan Badan Otonom (Banom) PR NU Watusalam. Sukses terselenggara kegiatan tersebut pada Jumat (7/8) di halaman makam mbah wali Mandung. 

Dihadiri oleh Pengurus NU Watusalam beserta banom, Pengasuh pondok pesantren beserta pengurusnya serta sesepuh dan tokoh masyarakat. Acara berlangsung  lancar dan khidmah karna tingginya antusias warga untuk mengikuti kegiatan tersebut yang dikonsep pengajian akbar. 

Setelah acara santunan anak yatim dan piatu yang berjumlah 53 anak, kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan maulid dan sambutan panitia pelaksana yg disampaikan oleh Sekretaris PR NU Watusalam yaitu Bapak Budiharto. Beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi, penyelenggaraan kegiatan seperti ini akan terus dijalankan dan panitia akan terus berusaha untuk lebih baik lagi, "punkasnya".

KH. Amin Maizun pengasuh pondok pesantren NU Darussalam kec. Karang dadap kab. Pekalongan, sekaligus ketua Rijalul Ansor Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor kab. Pekalongan memberikan Mauidhoh Khasanah malam itu. Beliau menyampaikan agar kita senantiasa merawat dan memuliakan anak yatim tidak hanya di tanggal 10 Muharrom. Beliau menerangkan adanya puasa sunnah 10 Muharrom, namun agar tidak tasyabuh dengan kaum nasrani, maka diikuti juga puasa pada hari sesudahnya yakni 11 Muharrom dan lebih baik lagi jika melakukan puasa pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharrom, "tuturnya".


Redaktur: Risky Maulana

editor: Emhaf



Ketua Rijalul Ansor Ranting Bligo,Terpilih Sebagai Ketua Mandataris

Senin,(25/7) Telah Diselenggarakan Rapat Anggota VI PR GP Ansor Bligo Buaran Pekalongan, Di Serambi Masjid Manba'ul Khikam.
Pada kegiatan tersebut panitia pelaksana mengusung tema "Aktualisasi Nilai Juang Generasi Muda NU Menuju Ansor yang Berkualitas".
Gus Iqbal selaku ketua PAC GP Ansor Buaran menyampaikan pentingnya loyalitas dan komitmen kader.
Bahwa diselenggarakannya Rapat anggota VI PR GP Ansor Bligo adalah bukti bahwa kaderisasi yang ada ditingkat ranting Bligo berjalan dengan baik.
"Siapapun yang terpilih sebagai ketua mandataris adalah sosok yang harus dihormati sebagai simbol kepengurusan, dan keputusan yang disepakati pada malam hari ini adalah hasil terbaik dari forum tertinggi ditingkat ranting", Pungkasnya.

Kyai Ikhrom Selaku Ta'mir Masjid Manba'ul Khikam Bligo menyampaikan kebanggaannya kepada generasi muda yang masih mau menyempatkan waktunya untuk ikut andil dalam organisasi Gerakan Pemuda Ansor.
Semoga kepengurusan di periode yang akan datang lebih baik lagi dan memberikan manfaat untuk masyarakat .

Dipimpin oleh Pimpinan Cabang (PC) Gp Ansor Kabupaten Pekalongan sidang tata tertib rapat anggota dan tata cara pemilihan ketua berjalan dengan lancar dan penuh khidmah.
Sahabat Ismawan yang menjabat sebagai ketua wakil bidang Rijalul Ansor ranting Bligo terpilih secara aklamasi dan secara sah menjadi ketua mandataris PR GP Ansor Bligo.




 

Resmi Dilantik, GP Ansor Simbangkulon Terus Bergerak Maju Penuh Inovasi

 

Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Simbangkulon, Kabupaten Pekalongn masa khidmat 2022-2024 resmi dilantik. Agenda pelantikan yang mengusung tema 'Ansor Maju Satu Barisan: Meneguhkan Gerakan Profesional' ini bertempat di Majlis Tarbiyah Simbangkulon Gang1, Jum'at (15/07/2022).

Hadiri dalam pelantikan tersebut Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten  Pekalongan, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Buaran dan sejumlah tamu undangan.  Di antaranya Pengurus Ranting NU Simbangkulon, seluruh anggota PR NU Simbangkulon, PR GP Ansor Se Kecamatan Buaran dan sebagainya.

H. Sholahuddin, Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pekalongan dalam sambutanya menyampaikan selamat kepada pengurus yang dilantik.

"Selamat kepada seluruh kader yang dilantik pada hari ini. Berkhidmat di Ansor dan Banser merupakan bagian dari khidmat di NU. Oleh karenanya, regenerasi dan kaderisasi wajib untuk dilakukan, lebih-lebih di Simbangkulon saya sangat bangga sekali dengan kader yang melimpah, jumlah kepengurusanya hampir sama banyaknya dengan Cabang" kata beliau

Beliau mengingatkan, agar GP Ansor Simbangkulon terus bergerak maju, penuh inovasi dan menjadi yang terdepan.

"GP Ansor itu adalah harokatan wa kafahan artinya sebagai gerakan dan perjuangan, maka tidak boleh sebuah gerakan kok berhenti, tidak boleh kok setatis diam saja tidak ngapa-ngapain, harus ada gerakan dan harus ada perjuangan, meski dalam perjuang itu melelahkan namun disitulah besar pahalanya"

Sementara Ketua PR NU Simbangkulon, KH. Nurul Haq mengingatkan agar selalu terjalin komunikasi yang baik.

"Kita semua harus saling membantu, berjuang bersama dalam khidmat di Nahdlatul Ulama, baik antar anggota dan banom, dan semua itu kuncinya adalah saling komunikasi"

Beliau juga menambahkan pentingnya kita bersyukur dapat berkhidmat dalam Nadlatul Ulama.

"Kita ini yang butuh NU, kita yang butuh Ansor, bukan NU, bukan Ansor yang butuh kita, tanpa kita NU Ansor baik-baik saja, maka jangan merasa besar diri dengan peran kita, namun bersyukurlah karena kita bisa berkhidmat dengan mudah di NU dan Ansor".

Di sisi lain, Ketua PR GP Ansor Simbangkulon memohon do'a dan restu supaya kedepan GP Ansor Simbangkulon tambah solid, berkomitmen tinggi, tambah bermanfaat untuk masyarakat dan selalu bisa menjadi penjaga ajaran Ahlussunah Wal jama'ah.

"Salah satu tujuan adanya GP Ansor adalah untuk menjaga dan mengawal aqidah dan ajaran Ahlussunah wal Jama'ah tetap ada dan lestari" pungkasnya

Kontributor, Veri

Editor, Hafidz M