Sabtu, 21 Februari 2026

Keutamaan Bulan Ramadhan: Bulan Penuh Berkah dan Ampunan Part 2

 


Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dalam Islam. Ia bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan yang dipenuhi rahmat, ampunan, dan kesempatan besar bagi setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam berbagai hikayat dan riwayat yang terdapat dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, di mana pintu-pintu kebaikan dibuka lebar, sementara pintu keburukan ditutup.

Ramadhan Bulan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Di antara keistimewaan terbesar Ramadhan adalah adanya malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini merupakan malam penuh kemuliaan, di mana amal ibadah seorang hamba bernilai lebih tinggi daripada ibadah selama ribuan bulan.

Karena itulah, kaum muslimin dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan munajat kepada Allah, terutama pada malam-malam terakhir Ramadhan.

Pintu Surga Dibuka dan Setan Dibelenggu

Kitab tersebut juga menjelaskan hadis Rasulullah SAW bahwa ketika Ramadhan datang:

Pintu-pintu surga dibuka

Pintu-pintu neraka ditutup

Setan-setan dibelenggu

Ini menjadi tanda bahwa Ramadhan adalah momentum besar untuk memperbaiki diri. Allah memberikan kemudahan bagi hamba-Nya untuk melakukan kebaikan, menjauhi maksiat, dan memperbanyak amal saleh.

Amal Utama di Bulan Ramadhan

Dalam kisah-kisah yang disebutkan, terdapat beberapa amalan yang sangat ditekankan selama Ramadhan:

1. Tilawah Al-Qur’an

Ramadhan disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Orang-orang saleh terdahulu memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an sepanjang bulan ini.

2. Menjaga Lisan dan Akhlak

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang buruk, ghibah, dan perbuatan sia-sia.

3. Qiyamul Lail dan Tarawih

Ramadhan adalah bulan di mana kaum muslimin dianjurkan menghidupkan malam dengan shalat, doa, dan istighfar.

4. Sedekah dan Kebaikan Sosial

Bulan ini juga menjadi waktu terbaik untuk berbagi kepada sesama, membantu orang miskin, dan memperbanyak amal sosial.

Teladan Orang-Orang Saleh dalam Memuliakan Ramadhan

Kitab tersebut memuat hikayat tentang bagaimana para ulama dan orang-orang saleh sangat memuliakan bulan Ramadhan. Mereka menyambutnya dengan kegembiraan, memperbanyak ibadah, serta menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan memperbaiki kehidupan rohani.

Bahkan disebutkan bahwa mereka merasa sedih ketika Ramadhan akan berakhir, karena bulan tersebut adalah ladang pahala yang sangat luas.

Ramadhan Bulan Ampunan bagi Umat Islam

Di akhir pembahasan, kitab tersebut menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan pengampunan. Siapa yang bersungguh-sungguh beribadah dan memohon ampun kepada Allah, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa orang yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan adalah orang yang merugi.

Penutup

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, rahmat, dan ampunan. Bulan ini adalah kesempatan besar bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mampu memuliakan Ramadhan dengan ibadah terbaik, menjaga akhlak, memperbanyak Al-Qur’an, dan meraih ampunan serta ridha Allah.

Kamis, 19 Februari 2026

Keutamaan Bulan Ramadhan: Bulan Penuh Berkah dan Ampunan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dalam Islam. Ia bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan yang dipenuhi rahmat, ampunan, dan kesempatan besar bagi setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam berbagai hikayat dan riwayat yang terdapat dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, di mana pintu-pintu kebaikan dibuka lebar, sementara pintu keburukan ditutup.

Ramadhan Bulan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Di antara keistimewaan terbesar Ramadhan adalah adanya malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini merupakan malam penuh kemuliaan, di mana amal ibadah seorang hamba bernilai lebih tinggi daripada ibadah selama ribuan bulan.

Karena itulah, kaum muslimin dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan munajat kepada Allah, terutama pada malam-malam terakhir Ramadhan.

Pintu Surga Dibuka dan Setan Dibelenggu

Kitab tersebut juga menjelaskan hadis Rasulullah SAW bahwa ketika Ramadhan datang:

Pintu-pintu surga dibuka

Pintu-pintu neraka ditutup

Setan-setan dibelenggu

Ini menjadi tanda bahwa Ramadhan adalah momentum besar untuk memperbaiki diri. Allah memberikan kemudahan bagi hamba-Nya untuk melakukan kebaikan, menjauhi maksiat, dan memperbanyak amal saleh.

Amal Utama di Bulan Ramadhan

Dalam kisah-kisah yang disebutkan, terdapat beberapa amalan yang sangat ditekankan selama Ramadhan:

1. Tilawah Al-Qur’an

Ramadhan disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Orang-orang saleh terdahulu memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an sepanjang bulan ini.

2. Menjaga Lisan dan Akhlak

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang buruk, ghibah, dan perbuatan sia-sia.

3. Qiyamul Lail dan Tarawih

Ramadhan adalah bulan di mana kaum muslimin dianjurkan menghidupkan malam dengan shalat, doa, dan istighfar.

4. Sedekah dan Kebaikan Sosial

Bulan ini juga menjadi waktu terbaik untuk berbagi kepada sesama, membantu orang miskin, dan memperbanyak amal sosial.

Teladan Orang-Orang Saleh dalam Memuliakan Ramadhan

Kitab tersebut memuat hikayat tentang bagaimana para ulama dan orang-orang saleh sangat memuliakan bulan Ramadhan. Mereka menyambutnya dengan kegembiraan, memperbanyak ibadah, serta menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan memperbaiki kehidupan rohani.

Bahkan disebutkan bahwa mereka merasa sedih ketika Ramadhan akan berakhir, karena bulan tersebut adalah ladang pahala yang sangat luas.

Ramadhan Bulan Ampunan bagi Umat Islam

Di akhir pembahasan, kitab tersebut menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan pengampunan. Siapa yang bersungguh-sungguh beribadah dan memohon ampun kepada Allah, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa orang yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan adalah orang yang merugi.

Penutup

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, rahmat, dan ampunan. Bulan ini adalah kesempatan besar bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mampu memuliakan Ramadhan dengan ibadah terbaik, menjaga akhlak, memperbanyak Al-Qur’an, dan meraih ampunan serta ridha Allah.

ES Durian Siip Resmi Buka 20 Outlet Serentak di Kabupaten Pekalongan, Hadirkan Promo Awal Ramadhan

 


PEKALONGAN – Menyambut awal bulan suci Ramadhan, ES Durian Siip resmi membuka 20 outlet secara serentak di berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha kuliner.

ES Durian Siip merupakan program unggulan dari Lembaga Ekonomi PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, yang bertujuan untuk mendorong tumbuhnya usaha produktif, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan umat melalui ekonomi kreatif.

Promo Spesial Awal Ramadhan: Beli 1 Gratis 1

Dalam rangka pembukaan serentak ini, ES Durian Siip menghadirkan promo menarik berupa:

🎉 Beli 1 Gratis 1

Khusus untuk 20 pelanggan pertama di setiap outlet.

Promo ini menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus ajakan untuk merasakan sensasi minuman durian yang segar, creamy, dan terjangkau.

Syarat Mengikuti Promo

Untuk mendapatkan promo spesial tersebut, pelanggan cukup melakukan beberapa langkah mudah:

Follow akun Instagram atau TikTok resmi @es.durian.siip

Membuat foto atau video produk ES Durian Siip

Menandai (tag) akun media sosial ES Durian Siip

Dengan cara ini, pelanggan tidak hanya menikmati promo, tetapi juga ikut mendukung perkembangan usaha lokal.

Harga Mulai Rp 5.000

ES Durian Siip hadir dengan harga ramah di kantong, mulai dari Rp 5.000, menjadikannya pilihan tepat untuk berbuka puasa maupun menikmati hidangan segar di bulan Ramadhan.

Tersebar di 20 Outlet Wilayah Pekalongan

Outlet ES Durian Siip kini sudah tersedia di berbagai kecamatan seperti Kedungwuni, Buaran, Karangdadap, Wonopringgo, Kajen, Wiradesa, Tirto, Sragi, Batang, dan lainnya.

Masyarakat dapat dengan mudah menemukan outlet terdekat dan ikut meramaikan pembukaan serentak ini.

Misi Ekonomi Umat oleh GP Ansor

Ketua Lembaga Ekonomi PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa hadirnya ES Durian Siip bukan sekadar bisnis minuman, tetapi bagian dari gerakan ekonomi umat.

Program ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa organisasi kepemudaan juga mampu berkontribusi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Tradisi Memukul Bedug Tengah Malam di Masjid Jami’ Wonoyoso Tetap Lestari Selama Ramadhan


 Gambar Hanya ilustrasi.

Wonoyoso – Suasana bulan suci Ramadhan di Desa Wonoyoso selalu terasa berbeda dengan adanya tradisi memukul bedug di Masjid Jami’. Tradisi ini rutin dilakukan setiap malam tepat pukul 12.00 WIB sebagai tanda semangat ibadah dan kebersamaan warga dalam menyambut Ramadhan.

Kegiatan memukul bedug ini dilakukan oleh para remaja masjid setelah mereka selesai melaksanakan tadarus Al-Qur’an. Setelah lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam masjid, bunyi bedug kemudian dipukul dengan penuh semangat sebagai simbol syiar Islam dan pelestarian budaya religi yang telah berlangsung turun-temurun.

Menurut warga setempat, tradisi ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kekompakan generasi muda agar tetap aktif dalam kegiatan keagamaan.

“Setelah tadarus, anak-anak remaja masjid memukul bedug sebagai tanda bahwa malam Ramadhan masih hidup dengan ibadah,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Tradisi ini pun mendapat dukungan penuh dari masyarakat Desa Wonoyoso. Selain menjadi ciri khas Ramadhan di desa tersebut, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan rasa cinta remaja terhadap masjid.

Dengan terus dijaga dan dilestarikan, tradisi memukul bedug tengah malam di Masjid Jami’ Desa Wonoyoso diharapkan tetap menjadi warisan budaya islami yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Jumat, 12 Desember 2025

Gerakan Bersih Sungai Warnai Pelaksanaan RKTL PKD dan Diklatsar Ansor–Banser Kecamatan Buaran

 


Buaran — Rangkaian Kegiatan Tindak Lanjut (RKTL) Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Ansor–Banser Kecamatan Buaran diwarnai aksi nyata peduli lingkungan melalui Gerakan Bersih Sungai yang dilaksanakan pada Jum'at pagi 12/12/2025

Kegiatan ini melibatkan puluhan peserta PKD dan Diklatsar bersama para pengurus PAC GP Ansor Buaran. Mereka bergerak serentak membersihkan aliran sungai di wilayah Buaran dengan memungut sampah, mengangkat sedimen, serta menata bantaran agar lebih rapi dan aman.

Ketua PAC GP Ansor Buaran, Sahabat Hilman, menyampaikan bahwa aksi bersih sungai ini merupakan implementasi langsung nilai-nilai sosial, kemasyarakatan, dan kepemimpinan yang diajarkan selama pelatihan.

“Ansor–Banser tidak hanya hadir dalam kegiatan keamanan dan keagamaan, tetapi juga wajib memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Gerakan bersih sungai ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap alam sekitar,” ujarnya.

Peserta PKD dan Diklatsar terlihat antusias mengikuti kegiatan. Selain sebagai ajang pengabdian, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kebersamaan, kedisiplinan, dan jiwa gotong royong.

Warga sekitar pun menyambut baik kegiatan ini dan berharap aksi seperti ini dapat menjadi agenda rutin. Lingkungan sungai yang bersih diharapkan dapat mencegah banjir, menjaga kesehatan, sekaligus memperindah kawasan.

Melalui Gerakan Bersih Sungai ini, Ansor–Banser Kecamatan Buaran menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai garda depan dalam menjaga alam dan lingkungan, sejalan dengan semangat “Khidmah Tanpa Batas”.

Sabtu, 15 November 2025

PAC GP Ansor Buaran Gelar Screening Calon Anggota PKD dan Diklatsar 2025 di TPQ Roudhotul Huda Watusalam



Pekalongan – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Buaran mengadakan kegiatan screening atau penjaringan awal bagi calon peserta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan & Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu malam di TPQ Roudhotul Huda, Watusalam Gang 6.

Screening dilakukan sebagai langkah awal memastikan bahwa calon peserta memiliki komitmen, kesiapan mental, dan motivasi yang kuat untuk mengikuti proses pendidikan kader dan pelatihan kedisiplinan Banser. Dalam proses tersebut, para calon peserta diperkenalkan dengan materi dasar keorganisasian, wawasan kebangsaan, serta tugas dan tanggung jawab seorang kader GP Ansor dan Banser.

Ketua PAC GP Ansor Buaran menyampaikan bahwa screening ini penting untuk menjaga kualitas kader di tahun mendatang.

“Ini merupakan tahap awal untuk mencetak kader yang militan, berintegritas, serta siap mengabdi untuk masyarakat dan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari para calon peserta. Setelah tahap screening ini, peserta yang lolos akan mengikuti rangkaian PKD dan Diklatsar resmi yang dijadwalkan pada tahun 2025.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PAC GP Ansor Buaran berharap mampu melahirkan kader-kader baru yang siap menjadi garda depan dalam perjuangan organisasi serta pengabdian di tengah masyarakat.

Jumat, 31 Oktober 2025

Gelar Budaya Hari Santri MWC NU Buaran: Cakra Wasana Silon wana Lan Siwego

 


Buaran — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Buaran menggelar acara Gelar Budaya dengan tema “Cakra Wasana Silon wana Lan Siwego: Menggapai Harmoni Agama dan Budaya”.

Acara yang digelar di Aula MWC NU Buaran ini berlangsung meriah dan penuh makna, menghadirkan nuansa kolaborasi antara seni, budaya, dan nilai-nilai keislaman.

Dalam sambutannya, salah satu tokoh MWC NU Buaran menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat semangat santri dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkokoh nilai-nilai keagamaan.

> “Santri tidak hanya menjaga agama, tetapi juga menjadi penjaga kebudayaan lokal yang sarat nilai moral dan kebersamaan,” ujarnya.

Gelar budaya ini menampilkan beragam pertunjukan seni tradisional, seperti musik angklung, dan tembang Jawa yang dibawakan oleh para santri dan warga Nahdliyyin. Suasana semakin khidmat dengan penampilan simbolik “Cakra Wasana Silon wana Lan Siwego” yang mengandung filosofi harmoni antara agama dan budaya sebagai kekuatan bangsa.

Melalui kegiatan ini, MWC NU Buaran berharap semangat santri terus menyala, tidak hanya dalam bidang keilmuan dan keagamaan, tetapi juga dalam menjaga jati diri bangsa melalui pelestarian budaya lokal.

Jumat, 17 Oktober 2025

PAC GP Ansor Buaran Gelar Rutinan Rijalul Ansor di Aula Masjid Al-Uswah

 


Buaran, Pekalongan – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Buaran kembali menggelar kegiatan Rutinan Rijalul Ansor di Aula Masjid Al-Uswah, pada [Jum'at/17  Oktober 2025].

Kegiatan yang diikuti oleh para kader Ansor dan Banser dari berbagai ranting di wilayah Buaran ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Acara diawali dengan pembacaan sholawat nariyah, dilanjutkan dengan tawassul, pembacaan maulid simtudduror, serta tausiyah keagamaan.

Dalam sambutannya, Ketua PAC GP Ansor Buaran, Adrik Hilman, menyampaikan bahwa kegiatan rutinan ini menjadi ajang memperkuat spiritualitas kader sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota.

> “Rijalul Ansor bukan hanya majelis dzikir, tetapi juga ruang pembinaan rohani agar kader Ansor dan Banser tetap teguh dalam perjuangan, berakhlak, dan cinta kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, organisasi, serta para masyayikh Nahdlatul Ulama.

Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, diharapkan semangat keagamaan dan militansi kader Ansor Buaran semakin kokoh dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan organisasi.

Selasa, 14 Oktober 2025

Tiga Orang Tua yang Harus Dimuliakan Menurut Ajaran Islam

Dalam ajaran Islam, setiap individu tidak hanya memiliki dua orang tua yang harus dihormati, melainkan tiga sosok “orang tua” yang wajib dimuliakan. Ketiganya memiliki peran besar dalam membentuk kehidupan, karakter, dan jalan kebahagiaan seseorang.

1. Orang Tua yang Melahirkan

Mereka adalah ayah dan ibu kandung yang memiliki jasa paling besar dalam hidup kita. Terutama seorang ibu yang dengan penuh pengorbanan mengandung, melahirkan, dan merawat anaknya dengan kasih sayang tanpa batas — bahkan rela bertaruh nyawa demi kehidupan buah hatinya.


Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

> وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."

(QS. Al-Isra’: 23)

> وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: 'Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.'"

(QS. Al-Isra’: 24)

Dari merekalah kita belajar tentang cinta, kesabaran, dan pengorbanan sejati. Mereka menanam benih keimanan (akidah tauhid), menumbuhkan ketaatan (syariah), serta memetik buah kebajikan (akhlak karimah). Maka, keberhasilan seorang anak sejatinya tidak pernah lepas dari doa dan peran orang tuanya.

2. Orang Tua yang Mengajarkan

Sosok ini adalah para guru — mereka yang dengan tulus mengajarkan ilmu, menanamkan nilai, dan menumbuhkan potensi dalam diri kita. Jika orang tua kandung melahirkan dan membesarkan, maka guru melatih dan menumbuhkan agar anak menjadi insan yang berilmu dan berakhlak.


Guru bukan sekadar penyampai pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga penanam nilai-nilai kemuliaan (transfer of value), pengembang keterampilan dan kemandirian (transfer of skill), serta pengajar kebijaksanaan (transfer of wisdom).

Murid yang hebat tidak lahir begitu saja, melainkan dari tangan dan bimbingan guru yang tulus dan berilmu. Rasulullah SAW bersabda:

> لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak orang berilmu (agar diutamakan pandangannya).”

(HR. Ahmad)

Guru adalah pencerah kehidupan, penerus tugas para nabi dalam menuntun manusia menuju jalan kebenaran.

3. Orang Tua yang Menikahkan

Sosok ketiga yang patut dimuliakan adalah mertua, yaitu orang tua dari pasangan hidup kita. Jika orang tua kandung melahirkan dan membesarkan, guru mendidik dan mengajarkan, maka mertua menyerahkan putra atau putrinya kepada kita dengan penuh keikhlasan dan harapan.

Mereka mempercayakan anak yang telah mereka rawat dan didik dengan penuh cinta, agar menjadi pendamping hidup yang membawa kebahagiaan dan keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda:


> "Yang paling berhak atas seorang wanita adalah suaminya, dan yang paling berhak atas seorang lelaki adalah ibunya."

(HR. Tirmidzi)

Hadis ini mengajarkan agar seorang menantu menghormati dan memuliakan orang tua dari pasangan hidupnya. Sebab, pasangan yang baik dan saleh adalah hasil didikan dari kedua orang tuanya.

Selasa, 07 Oktober 2025

keutamaan kalimat tauhid “Lā ilāha illallāh”

 

Hadis Nabi ﷺ dari Abu Sa‘id al-Khudri dan Mu‘ādz bin Jabal,

Riwayat dari Abu Bakr,

Kutipan dari Ibnu Hajar, an-Nasā’ī, Ibnu Hibban, dan lainnya.

Isinya menegaskan keutamaan kalimat tauhid “Lā ilāha illallāh”, di antaranya:

Nabi Musa عليه السلام bertanya kepada Allah tentang zikir yang paling utama, lalu Allah menjawab “Lā ilāha illallāh.”

Iblis mengatakan bahwa manusia binasa karena dosa, namun selamat dengan Lā ilāha illallāh dan istighfar.

Hadis dari Mu‘ādz: “Barang siapa akhir perkataannya adalah Lā ilāha illallāh, maka ia masuk surga.”

Kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا الله diulang beberapa kali di halaman itu sebagai pengingat utama.

PR GP Ansor Simbang Wetan Gelar Rutinan Pembacaan Barzanji Setiap Malam Rabu


Simbang Wetan – Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Simbang Wetan terus menjaga tradisi keagamaan dengan menggelar kegiatan rutinan pembacaan Kitab Barzanji yang dilaksanakan setiap malam Rabu, dua minggu sekali.

Kegiatan yang dilaksanakan secara bergilir di tiap mushola/Masjid ini diikuti oleh kader Ansor dan Banser, serta masyarakat sekitar. Suasana penuh khidmat dan kebersamaan terasa saat lantunan shalawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW dikumandangkan bersama-sama.

Ketua PR GP Ansor Simbang Wetan, M Fuad, menyampaikan bahwa kegiatan rutinan ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di kalangan pemuda.

> “Selain untuk meneladani akhlak Rasulullah, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkokoh ukhuwah dan menumbuhkan semangat kebersamaan antar kader,” ujarnya.

Melalui pembacaan Barzanji, para kader Ansor berharap dapat terus menghidupkan budaya shalawat dan menjadikan kegiatan ini sebagai benteng moral di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta keberkahan bagi seluruh warga Simbang Wetan.