Buaran - Dalam acara pelantikan Pengurus NU
Kelurahan Sapugarut periode 2020 - 2025 dan Peringatan HUT RI serta Tahun Baru
Islam, KH. Hudalloh Ridlwan Na'im atau yang akrab dipanggil Gus Huda selaku
Sekjend PWNU Jawa Tengah berkesempatan menyampaikan mauidhoh hasanah yang
pointnya sudah kami rangkum. Ada titik temu antara hijrahnya kanjeng Nabi , NU
dan NKRI . (20/8)
Dalam ceramahnya beliau menyampaikain bahwa
adanya peringatan ini menandakan bahwa adanya wujud dan kejadian haqiqi yang
dialami Kanjeng Nabi. Serta merupakan peristiwa yang di peringati dan di
rayakan setiap tahun adalah wujud sebagai rasa cinta dengan apa yang di
peringati itu dalam hal ini Hijriyatun Nabi SAW , dan semoga kehadiran kita
semua menjadi bukti kecintaan klyang haqiqi kepada Kanjeng Nabi SAW. Karena
kelak di akhirat akan ada manusia ahli maksiat tapi akan di masukkan surga
karena kecintaannya kepada Kanjeng Nabi, atau mencintai orang-orang yang
mencintai kanjeng Nabi SAW. Peringatan semacam ini menjadi wasilah atau cara
memupuk dan menumbuhkan rasa Mahabbah ilar Rosulillah SAW.
Ciri orang mencintai Nabi adalah dengan
mencintai para ulama. Sebab para ulama inilah yang menjaga, membawa dan
mengembangkan ilmu dan ajaran Nabi SAW . Gus Huda menambahkan orang yang suka
mengolok ulama berarti tandanya bohong kalau mengakui kecintaan terhadap
kanjeng Nabi SAW.
Termasuk masuknya Islam ke Indonesia di bawa
oleh Ulama yang menggunakan cara kanjeng Nabi SAW. Bohong kalo ada orang
mengaku kembali ke Al Quran dan Hadits tanpa melalui para Ulama. Para pedagang Gujarat
punya andil membawa ajaran Islam ke Indonesia itu betul tapi bukan satu-satunya.
Karena ada andil para ulama, Syaikh Ibrahim Asmaraqandi, Syaikh Jumadil Qubra
sampai kepada para walisanga dan para penerusnya. Jika membuka sejarah,
satusatunya yang selalu memberi perlawanan kepada para penjajah adalah para
ulama dan para santri . Sebab andaikata tidak ada semangat Islam, maka rasa
Nasionalisme bangsa Indonesia akan pudar. Islam di sini yang di maksud adalah
sebagaimana Islamnya para Walisanga . Maka, para penjajah dulu mencoba
melemahkan ajaran KeIslaman dari dua Arah , luar dan dalam . Dari arah luar dengan
cara pemurtadan . Membuat pemahaman keislaman menjadi kabur dengan memasukkan
ajaran-ajaran baru dan menanamkan keraguan-keraguan terhadap para pemeluknya . Salah
satu contohnya adalah amaliyah yang sudah di ajarkan para ulama terdahulu di
bid'ahkan dan disesatsesatkan, padahal sudah di lakukan sejak ribuan tahun yang
lalu . Masalah furu'iyyah seperti membaca Qunut ketika subuh sudah selesai di
bahas sejak Zaman Madzahibul Arba'ah.
Gus Huda juga menjelaskan bahwa Ki Ageng
Gribik dan Pangeran Diponegoro adalah pejuang yang berlatar belakang santri
penerus ajaran walisanga dan Rasululloh . Untuk mempertahankan Ajaran
Rasululloh dan mempertahankan Tanah Air Indonesia, para ulama berperan besar
dalam perjuangannya, bersama menjaga tradisi ajaran Rasululloh sebagai wujud
cinta . Para pendahulu, para ulama selama bertahun-tahun tidak pernah pudar
semangatnya dalam menjaga NKRI. Kekuatan yang sudah bertahun-tahun tertanam
itu, di himpun kembali dan dipertahankan oleh Hadrotusysyaikh KH. Hasyim As'ary
pendiri Nahdlatul Ulama' .
Dalam sejarah, Negara Inggris pada saat itu
tidak memiliki latar belakang kalah perang dengan bermacam amunisi dan tetara
terlatihnya, namun bingung ketika melawan pejuang Tanah Air. Pada saat itu,
Jendral Soedirman ketika di Mintai masukan oleh Ir. Sukarno menjawab bahwa yang
bisa menselesaikan peperangan melawan sekutu yang di pimpin Inggris ini adalah
Hadrotusysyaikh KH. Hasyim As'ary dengan backing pasukannya seperti Hizbulloh,
Sabilillah yang kesemuanya adalah barisan para santri penerus perjuangan
Rosululloh. Dan Mbah Hasyim mengeluarkan Resolusi Jihad tanpa gentar.
Membuktikan bahwa Mbah Hasyim juga menguasai strategi peperangan .
Maka kenapa para santri dulu pinter silat
dan jadug , karena pada saat itu santri termasuk benteng terdepan dalam perlawanan
terhadap penjajah . Juga tidak berlebihan jika disebut bahwa Tentara NU , para
Banser khususnya adalah sisa-sisa tentara Rasululloh karena memang misi
pertamanya menjaga ajaran Rasululloh. Semua yang dilakukan adalah bukti
Mahabbah yang agung kepada Rosululloh. Baginda Nabi SAW adalah pribadi yang
sangat mencintai Umatnya. Maka, hal-hal yang kita lakukan untuk menyenangkan
umat kanjeng nabi adalah salah satu cara menggapai ridho dan kecintaan kanjeng
Nabi SAW. Beliau tidak hanya membela orangorang yang benar, orang yang
teraniyaya dan sering di bully atas kesalahannyapun tetap di bela, dengan wujud
melarang untuk membicarakan (menghibah) kesalahan orang lain itu.
Perjuangan kita mempertahankan dan mencintai
NKRI adalah wujud dari keimanan. Seabagaimana Mbah Wahab dalam menggubah syair
Ya Lal Wathon menggunakan diksi Hubbul Wathon Minal Iman, bukan Hifdzul Wathon
(Menjaga Tanah Air) juga bukan Ri'ayatul Wathon (Nguri-uri), karena begitu pentingnya
rasa cinta. Maka dengan kita berjuang di NU bukan untuk siapa-siapa, melainkan
untuk Rosululloh SAW.
Perjuangan kita mempertahankan dan mencintai
NKRI adalah wujud dari keimanan.
Di NU ada 18 Lembaga , yang bertujuan
memberikan pelayanan terhadap umat kanjeng Nabi SAW . Dan Gus Huda
beratanya, kenapa masjid dan mushola kita jaga serta kita bela
? Agar umatnya kanjeng Nabi dapat melaknsanakan syariatnya dengan baik dan
benar. Dan kenapa madrasah diniyyah dan pesantren kita
pertahankan ? Untuk menjaga ajaran-ajaran Rasululloh .
Hadrotusysyaikh KH. Hasyim As’ari dawuh “Siapa
yang mengurus NU, saya anggap santriku, siapa yang menjadi santriku saya doakan
khusnul khotimah beserta keluarganya”. Kenapa diksi
yang di gunakan adalah mengurus NU , bukan menjadi pengurus NU , bukan siapa
yang puluhan tahun mesantren ? Karena mengurus NU sama saja mengurus dan
mempertahankan tradisi ajaran Rasululloh SAW, yang sangat mulia. Maka , para
santri yang boyongan namun hanya fokus memgajar tanpa mengenalkan NU kepada
Masyarakat sama saja membunuh pesantren . Karena tradisi pesantren selalu di
pertahankan oleh NU . Jika masyarakat tidak mengenal NU, bagaimana mungkin mau
belajar dan mondok di pesantren NU?
Siapa
yang mengurus NU, saya anggap santriku, siapa yang menjadi santriku saya doakan
khusnul khotimah beserta keluarganya”. (Hadrotusysyaikh KH. Hasyim As’ari)
Gus Huda juga menambahkan, InsyaAllah jika
seluruh akar rumput, NU di ranting-ranting sudah hidup dan berjalan maka
pelayanan di masyarakat akan semakin baik dan maju . Dan menurut beliau
menjadi pengurus NU adalah kenikmatan dan anugrah yang telah
di berikan oleh Allah untuk bisa berkhidmah dan mendekat kepada Rasululloh SAW
. Maka, manfaatkan waktu menjadi pengurus sebaik mungkin .
Beliau juga mengutip dawuh KH. Bisry
Syansuri “ Sopo wonge gelem ngurusi Nu, Maka akan bahagia dunia dan akhirat “.
Karena, Jika NU kuat maka Indonesia Kuat , dan sebaliknya .
Maka, kebangkitan NU tidak bisa lepas dari kebangkitan Nasionalisme dan negara
. Dan mengamalkan Qonun Asasi dengan menjalankan progam
kerja dan kegiatan adalah wujud dari mengamalkan Wasiat dan keputusan para
ulama.
Kontributor : M. Wamiq Hammadallah