Hikmah dan Keutamaan Puasa Ramadhan Part 3

 


Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang memiliki kekhususan dibandingkan puasa pada waktu-waktu lainnya. Ia bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sebuah ibadah yang sarat makna, rahasia, dan hikmah yang dalam. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa kewajiban puasa Ramadhan adalah perintah Allah yang penuh kasih sayang, sebagai sarana pensucian jiwa dan pendekatan diri kepada-Nya.

Allah Ta‘ala berfirman bahwa puasa diwajibkan sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu. Ini menunjukkan bahwa puasa bukan hanya syariat umat Nabi Muhammad ﷺ, melainkan ibadah universal yang telah dikenal dalam ajaran para nabi sebelumnya. Namun, bentuk dan ketentuannya berbeda-beda sesuai dengan hikmah dan kondisi masing-masing umat.

Dalam penjelasan kitab, disebutkan bahwa pada sebagian umat terdahulu, puasa memiliki aturan yang lebih berat. Ada yang berpuasa dengan tambahan hari tertentu, bahkan ada yang mengubah waktu pelaksanaannya. Hal ini terjadi karena campur tangan manusia dalam syariat, sehingga ketentuannya tidak lagi murni sebagaimana diperintahkan. Berbeda dengan umat Islam, Allah menjaga syariat puasa Ramadhan tetap utuh dan jelas, dengan batasan waktu yang tegas: satu bulan penuh pada bulan Ramadhan.

Dijelaskan pula tentang hikmah penetapan puasa selama tiga puluh hari. Ada riwayat yang mengaitkannya dengan kisah Nabi Adam ‘alaihis salam, ketika beliau memohon ampun kepada Allah dan berpuasa selama tiga puluh hari sebagai bentuk taubat. Riwayat ini menggambarkan bahwa puasa memiliki hubungan erat dengan penyucian diri dan penghapusan dosa.

Puasa juga menjadi sarana untuk menundukkan hawa nafsu. Empat kenikmatan dunia—makan, minum, hubungan suami-istri, dan tidur—apabila berlebihan dapat melalaikan manusia dari Allah. Dengan puasa, seorang hamba belajar mengendalikan diri, menahan syahwat, serta melatih kesabaran. Pada siang hari ia menahan diri, dan pada malam hari Allah memberikan keringanan untuk makan dan minum sebagai bentuk rahmat dan kemudahan bagi umat ini.

Selain itu, penentuan Ramadhan berdasarkan peredaran bulan (hilal) menunjukkan kemudahan dalam syariat Islam. Umat tidak dibebani dengan perhitungan yang rumit; cukup dengan rukyat atau penyempurnaan bilangan bulan. Hal ini mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah dan dapat dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Keistimewaan Ramadhan semakin sempurna karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Bukan hanya Al-Qur’an, kitab-kitab sebelumnya seperti Taurat, Zabur, dan Injil juga disebutkan diturunkan pada bulan yang mulia ini. Puncak kemuliaannya adalah adanya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Dengan demikian, puasa Ramadhan bukan sekadar kewajiban tahunan, melainkan momentum besar untuk memperbaiki diri. Ia adalah madrasah ruhani yang melatih kesabaran, keikhlasan, dan ketakwaan. Siapa yang menjalankannya dengan iman dan penuh pengharapan kepada Allah, maka ia akan meraih ampunan serta peningkatan derajat di sisi-Nya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu memahami hikmah puasa dan mengamalkannya dengan sebaik-baiknya.

Keutamaan Bulan Ramadhan: Bulan Penuh Berkah dan Ampunan Part 2

 


Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dalam Islam. Ia bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan yang dipenuhi rahmat, ampunan, dan kesempatan besar bagi setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam berbagai hikayat dan riwayat yang terdapat dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, di mana pintu-pintu kebaikan dibuka lebar, sementara pintu keburukan ditutup.

Ramadhan Bulan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Di antara keistimewaan terbesar Ramadhan adalah adanya malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini merupakan malam penuh kemuliaan, di mana amal ibadah seorang hamba bernilai lebih tinggi daripada ibadah selama ribuan bulan.

Karena itulah, kaum muslimin dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan munajat kepada Allah, terutama pada malam-malam terakhir Ramadhan.

Pintu Surga Dibuka dan Setan Dibelenggu

Kitab tersebut juga menjelaskan hadis Rasulullah SAW bahwa ketika Ramadhan datang:

Pintu-pintu surga dibuka

Pintu-pintu neraka ditutup

Setan-setan dibelenggu

Ini menjadi tanda bahwa Ramadhan adalah momentum besar untuk memperbaiki diri. Allah memberikan kemudahan bagi hamba-Nya untuk melakukan kebaikan, menjauhi maksiat, dan memperbanyak amal saleh.

Amal Utama di Bulan Ramadhan

Dalam kisah-kisah yang disebutkan, terdapat beberapa amalan yang sangat ditekankan selama Ramadhan:

1. Tilawah Al-Qur’an

Ramadhan disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Orang-orang saleh terdahulu memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an sepanjang bulan ini.

2. Menjaga Lisan dan Akhlak

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang buruk, ghibah, dan perbuatan sia-sia.

3. Qiyamul Lail dan Tarawih

Ramadhan adalah bulan di mana kaum muslimin dianjurkan menghidupkan malam dengan shalat, doa, dan istighfar.

4. Sedekah dan Kebaikan Sosial

Bulan ini juga menjadi waktu terbaik untuk berbagi kepada sesama, membantu orang miskin, dan memperbanyak amal sosial.

Teladan Orang-Orang Saleh dalam Memuliakan Ramadhan

Kitab tersebut memuat hikayat tentang bagaimana para ulama dan orang-orang saleh sangat memuliakan bulan Ramadhan. Mereka menyambutnya dengan kegembiraan, memperbanyak ibadah, serta menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan memperbaiki kehidupan rohani.

Bahkan disebutkan bahwa mereka merasa sedih ketika Ramadhan akan berakhir, karena bulan tersebut adalah ladang pahala yang sangat luas.

Ramadhan Bulan Ampunan bagi Umat Islam

Di akhir pembahasan, kitab tersebut menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan pengampunan. Siapa yang bersungguh-sungguh beribadah dan memohon ampun kepada Allah, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa orang yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan adalah orang yang merugi.

Penutup

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, rahmat, dan ampunan. Bulan ini adalah kesempatan besar bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mampu memuliakan Ramadhan dengan ibadah terbaik, menjaga akhlak, memperbanyak Al-Qur’an, dan meraih ampunan serta ridha Allah.

Keutamaan Bulan Ramadhan: Bulan Penuh Berkah dan Ampunan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dalam Islam. Ia bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan yang dipenuhi rahmat, ampunan, dan kesempatan besar bagi setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam berbagai hikayat dan riwayat yang terdapat dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, di mana pintu-pintu kebaikan dibuka lebar, sementara pintu keburukan ditutup.

Ramadhan Bulan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Di antara keistimewaan terbesar Ramadhan adalah adanya malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini merupakan malam penuh kemuliaan, di mana amal ibadah seorang hamba bernilai lebih tinggi daripada ibadah selama ribuan bulan.

Karena itulah, kaum muslimin dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan munajat kepada Allah, terutama pada malam-malam terakhir Ramadhan.

Pintu Surga Dibuka dan Setan Dibelenggu

Kitab tersebut juga menjelaskan hadis Rasulullah SAW bahwa ketika Ramadhan datang:

Pintu-pintu surga dibuka

Pintu-pintu neraka ditutup

Setan-setan dibelenggu

Ini menjadi tanda bahwa Ramadhan adalah momentum besar untuk memperbaiki diri. Allah memberikan kemudahan bagi hamba-Nya untuk melakukan kebaikan, menjauhi maksiat, dan memperbanyak amal saleh.

Amal Utama di Bulan Ramadhan

Dalam kisah-kisah yang disebutkan, terdapat beberapa amalan yang sangat ditekankan selama Ramadhan:

1. Tilawah Al-Qur’an

Ramadhan disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Orang-orang saleh terdahulu memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an sepanjang bulan ini.

2. Menjaga Lisan dan Akhlak

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang buruk, ghibah, dan perbuatan sia-sia.

3. Qiyamul Lail dan Tarawih

Ramadhan adalah bulan di mana kaum muslimin dianjurkan menghidupkan malam dengan shalat, doa, dan istighfar.

4. Sedekah dan Kebaikan Sosial

Bulan ini juga menjadi waktu terbaik untuk berbagi kepada sesama, membantu orang miskin, dan memperbanyak amal sosial.

Teladan Orang-Orang Saleh dalam Memuliakan Ramadhan

Kitab tersebut memuat hikayat tentang bagaimana para ulama dan orang-orang saleh sangat memuliakan bulan Ramadhan. Mereka menyambutnya dengan kegembiraan, memperbanyak ibadah, serta menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan memperbaiki kehidupan rohani.

Bahkan disebutkan bahwa mereka merasa sedih ketika Ramadhan akan berakhir, karena bulan tersebut adalah ladang pahala yang sangat luas.

Ramadhan Bulan Ampunan bagi Umat Islam

Di akhir pembahasan, kitab tersebut menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan pengampunan. Siapa yang bersungguh-sungguh beribadah dan memohon ampun kepada Allah, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa orang yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan adalah orang yang merugi.

Penutup

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, rahmat, dan ampunan. Bulan ini adalah kesempatan besar bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mampu memuliakan Ramadhan dengan ibadah terbaik, menjaga akhlak, memperbanyak Al-Qur’an, dan meraih ampunan serta ridha Allah.

ES Durian Siip Resmi Buka 20 Outlet Serentak di Kabupaten Pekalongan, Hadirkan Promo Awal Ramadhan

 


PEKALONGAN – Menyambut awal bulan suci Ramadhan, ES Durian Siip resmi membuka 20 outlet secara serentak di berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha kuliner.

ES Durian Siip merupakan program unggulan dari Lembaga Ekonomi PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, yang bertujuan untuk mendorong tumbuhnya usaha produktif, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan umat melalui ekonomi kreatif.

Promo Spesial Awal Ramadhan: Beli 1 Gratis 1

Dalam rangka pembukaan serentak ini, ES Durian Siip menghadirkan promo menarik berupa:

🎉 Beli 1 Gratis 1

Khusus untuk 20 pelanggan pertama di setiap outlet.

Promo ini menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus ajakan untuk merasakan sensasi minuman durian yang segar, creamy, dan terjangkau.

Syarat Mengikuti Promo

Untuk mendapatkan promo spesial tersebut, pelanggan cukup melakukan beberapa langkah mudah:

Follow akun Instagram atau TikTok resmi @es.durian.siip

Membuat foto atau video produk ES Durian Siip

Menandai (tag) akun media sosial ES Durian Siip

Dengan cara ini, pelanggan tidak hanya menikmati promo, tetapi juga ikut mendukung perkembangan usaha lokal.

Harga Mulai Rp 5.000

ES Durian Siip hadir dengan harga ramah di kantong, mulai dari Rp 5.000, menjadikannya pilihan tepat untuk berbuka puasa maupun menikmati hidangan segar di bulan Ramadhan.

Tersebar di 20 Outlet Wilayah Pekalongan

Outlet ES Durian Siip kini sudah tersedia di berbagai kecamatan seperti Kedungwuni, Buaran, Karangdadap, Wonopringgo, Kajen, Wiradesa, Tirto, Sragi, Batang, dan lainnya.

Masyarakat dapat dengan mudah menemukan outlet terdekat dan ikut meramaikan pembukaan serentak ini.

Misi Ekonomi Umat oleh GP Ansor

Ketua Lembaga Ekonomi PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa hadirnya ES Durian Siip bukan sekadar bisnis minuman, tetapi bagian dari gerakan ekonomi umat.

Program ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa organisasi kepemudaan juga mampu berkontribusi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Tradisi Memukul Bedug Tengah Malam di Masjid Jami’ Wonoyoso Tetap Lestari Selama Ramadhan


 Gambar Hanya ilustrasi.

Wonoyoso – Suasana bulan suci Ramadhan di Desa Wonoyoso selalu terasa berbeda dengan adanya tradisi memukul bedug di Masjid Jami’. Tradisi ini rutin dilakukan setiap malam tepat pukul 12.00 WIB sebagai tanda semangat ibadah dan kebersamaan warga dalam menyambut Ramadhan.

Kegiatan memukul bedug ini dilakukan oleh para remaja masjid setelah mereka selesai melaksanakan tadarus Al-Qur’an. Setelah lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam masjid, bunyi bedug kemudian dipukul dengan penuh semangat sebagai simbol syiar Islam dan pelestarian budaya religi yang telah berlangsung turun-temurun.

Menurut warga setempat, tradisi ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kekompakan generasi muda agar tetap aktif dalam kegiatan keagamaan.

“Setelah tadarus, anak-anak remaja masjid memukul bedug sebagai tanda bahwa malam Ramadhan masih hidup dengan ibadah,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Tradisi ini pun mendapat dukungan penuh dari masyarakat Desa Wonoyoso. Selain menjadi ciri khas Ramadhan di desa tersebut, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan rasa cinta remaja terhadap masjid.

Dengan terus dijaga dan dilestarikan, tradisi memukul bedug tengah malam di Masjid Jami’ Desa Wonoyoso diharapkan tetap menjadi warisan budaya islami yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Gerakan Bersih Sungai Warnai Pelaksanaan RKTL PKD dan Diklatsar Ansor–Banser Kecamatan Buaran

 


Buaran — Rangkaian Kegiatan Tindak Lanjut (RKTL) Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Ansor–Banser Kecamatan Buaran diwarnai aksi nyata peduli lingkungan melalui Gerakan Bersih Sungai yang dilaksanakan pada Jum'at pagi 12/12/2025

Kegiatan ini melibatkan puluhan peserta PKD dan Diklatsar bersama para pengurus PAC GP Ansor Buaran. Mereka bergerak serentak membersihkan aliran sungai di wilayah Buaran dengan memungut sampah, mengangkat sedimen, serta menata bantaran agar lebih rapi dan aman.

Ketua PAC GP Ansor Buaran, Sahabat Hilman, menyampaikan bahwa aksi bersih sungai ini merupakan implementasi langsung nilai-nilai sosial, kemasyarakatan, dan kepemimpinan yang diajarkan selama pelatihan.

“Ansor–Banser tidak hanya hadir dalam kegiatan keamanan dan keagamaan, tetapi juga wajib memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Gerakan bersih sungai ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap alam sekitar,” ujarnya.

Peserta PKD dan Diklatsar terlihat antusias mengikuti kegiatan. Selain sebagai ajang pengabdian, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kebersamaan, kedisiplinan, dan jiwa gotong royong.

Warga sekitar pun menyambut baik kegiatan ini dan berharap aksi seperti ini dapat menjadi agenda rutin. Lingkungan sungai yang bersih diharapkan dapat mencegah banjir, menjaga kesehatan, sekaligus memperindah kawasan.

Melalui Gerakan Bersih Sungai ini, Ansor–Banser Kecamatan Buaran menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai garda depan dalam menjaga alam dan lingkungan, sejalan dengan semangat “Khidmah Tanpa Batas”.