Pendaftaran PKD dan Diklatsar Buaran Resmi Dibuka, Segera Isi Formulirnya

Buaran – Panitia resmi mengumumkan bahwa pendaftaran Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) di Buaran telah dibuka. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pengkaderan dan pembekalan anggota agar memiliki wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan yang kuat.

Bagi calon peserta yang ingin bergabung, panitia telah menyiapkan formulir pendaftaran yang dapat diakses secara online melalui tautan resmi berikut:

Formulir Pendaftaran PKD dan Diklatsar Buaran

Tujuan Kegiatan

Kegiatan PKD dan Diklatsar ini bertujuan untuk:

Membentuk kader yang militan, berkarakter, serta berwawasan kebangsaan.

Melatih kedisiplinan dan kepemimpinan sejak dini.

Menjadi wadah pembelajaran serta pengabdian bagi generasi muda.

Informasi Tambahan

Panitia mengimbau kepada seluruh calon peserta agar segera mengakses formulir, melengkapi data dengan benar, serta mengikuti petunjuk pendaftaran yang telah ditetapkan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan lahir kader-kader tangguh yang siap berkontribusi untuk organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara.

Gerhana "Bulan Darah" Akan Terjadi Malam Ini, NU Ajak Nahdliyin Gelar Sholat Gerhana

Pekalongan– Fenomena langka gerhana bulan total atau yang dikenal sebagai "Bulan Darah" diperkirakan akan terjadi pada malam ini, Minggu (7/9/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa masyarakat di sebagian besar wilayah Indonesia dapat menyaksikan langsung fenomena tersebut, selama kondisi langit cerah.

Gerhana bulan total terjadi ketika posisi bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga bayangan bumi menutupi bulan sepenuhnya. Warna kemerahan pada bulan disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi.

Menanggapi fenomena ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak warga Nahdliyin untuk melaksanakan sholat gerhana sebagai bentuk syukur sekaligus mempertebal keimanan.

“Gerhana adalah tanda kebesaran Allah SWT, bukan sekadar fenomena astronomi. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan sholat gerhana, memperbanyak doa, serta sedekah,” ujar Ketua Lembaga Falakiyah PBNU dalam keterangan resminya.

NU juga mengimbau agar pelaksanaan sholat gerhana dilakukan secara berjamaah di masjid maupun mushala, sembari mengingatkan jamaah untuk tidak sekadar menyaksikan fenomena ini secara ilmiah, tetapi juga menjadikannya momentum mendekatkan diri kepada Allah.

Fenomena Bulan Darah kali ini diperkirakan akan berlangsung selama lebih dari satu jam, dengan puncak gerhana terjadi sekitar pukul 20.15 WIB.


Kontributor : Hafidh Muhammad

Logo Logo Gp Ansor

 


Dalam semangat perjuangan, kebersamaan, dan pengabdian kepada negeri, kami menghadirkan logo resmi GP Ansor yang dapat diunduh dan digunakan oleh seluruh kader serta simpatisan.

Logo ini adalah simbol dari komitmen kita dalam menjaga Ahlussunnah wal Jama'ah, memperjuangkan keutuhan NKRI, serta mengabdi kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan.

Gunakan logo ini dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan nilai-nilai organisasi yang kita junjung tinggi.

Mari bersama-sama menjaga marwah dan kebesaran GP Ansor demi kemaslahatan umat dan bangsa!

Link Download DISINI

Pembahasan Lengkap Fiqih Puasa: Syarat, Rukun, dan Hukum Terkait

 



Puasa (ṣaum) adalah salah satu rukun Islam yang memiliki aturan dan syarat tertentu agar sah dan wajib dikerjakan. Dalam fiqih, pembahasan mengenai puasa sangat terperinci. Berikut ini adalah rangkuman dari kitab klasik mengenai syarat wajib, rukun, sahnya puasa, serta hal-hal yang mewajibkan qadha dan kafarat.

1. Syarat Wajib Puasa

Puasa menjadi wajib apabila lima syarat ini terpenuhi:

Islam – Orang yang beragama Islam.

Taklīf – Baligh dan berakal.

Kemampuan – Mampu secara fisik dan tidak memiliki halangan syar’i.

Sehat – Tidak sedang sakit yang berat.

Mukim – Tidak sedang dalam perjalanan (musafir).

2. Rukun Puasa

Rukun puasa ada tiga:

Niat – Dilakukan setiap malam untuk setiap hari puasa wajib.

Menahan dari hal yang membatalkan puasa – Seperti makan, minum, dan hubungan suami istri.

Pelaku puasa – Orang yang sadar, tidak dalam keadaan lupa, dan tidak dipaksa.

3. Hal yang Mewajibkan Qadha dan Kafarat

Qadha dan kafarat wajib dilakukan oleh orang yang merusak puasanya di bulan Ramadan dengan:

Berhubungan suami istri secara sengaja pada siang hari Ramadan.

Selain kafarat, juga dikenakan ta‘zīr (hukuman) dari otoritas bila perbuatan itu dilakukan dengan sengaja.

4. Hal yang Mewajibkan Qadha Saja dan Imṣāk (menahan)

Ada enam kondisi yang menyebabkan seseorang wajib qadha dan juga tetap menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa meski puasanya sudah batal. Misalnya: orang yang batal puasanya karena sebab tertentu, tetapi tetap harus menahan diri (imsak) sepanjang hari itu sebagai bentuk penghormatan terhadap Ramadan.

5. Penetapan Masuknya Ramadan

Puasa Ramadan ditetapkan dengan salah satu dari lima hal:

Sempurnanya bulan Sya’ban menjadi 30 hari.

Melihat hilal (bulan sabit) – Oleh siapa pun, meskipun orang fasik.

Kabar dari orang yang dipercaya yang mengatakan melihat hilal.

Berita dari orang adil yang menyaksikan hilal – Baik hati mempercayainya atau tidak.

Ijtihad pribadi dalam keadaan tidak adanya informasi yang pasti – terutama bagi yang tinggal di daerah terpencil.

6. Syarat Sahnya Puasa

Empat hal yang menjadi syarat sah puasa:

Islam – Bukan orang kafir.

Akal sehat – Bukan orang gila.

Bersih dari haid dan nifas – Khusus untuk wanita.

Mengetahui waktu yang sah untuk puasa – Yaitu mengetahui kapan masuk waktu puasa.

Kesimpulan

Puasa dalam Islam bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, namun memiliki syarat, rukun, dan hukum yang harus diperhatikan. Memahami fiqih puasa sangat penting agar ibadah yang dilakukan benar dan diterima oleh Allah SWT. Ilmu ini juga penting untuk menjadi pedoman dalam menghadapi situasi-situasi yang sering terjadi selama bulan Ramadan.

GP ANSOR KECAMATAN BUARAN BERKERJASAMA DENGAN MTSS WONOYOSO, KKN UIN KH. ABDURRAHMAN WAHID DAN KKN UIN KH. SAIFUDIN ZUHRI ADAKAN TANAM POHON UNTUK MASA DEPAN

 

Buaran, 24 Juli 2025 – Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Buaran menggelar kegiatan "Tanam Pohon untuk Masa Depan" yang dilaksanakan di halaman MTsS Wonoyoso, Pekalongan. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kolaborasi antara GP Ansor, Banser, MTsS Wonoyoso, serta dua kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari UIN KH. Abdurrahman Wahid dan UIN KH. Saifudin Zuhri.

Acara ini dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Juli 2025, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Bertempat di Wonoyoso, Gg. 1, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis, dengan mengusung semangat pelestarian lingkungan dan edukasi pentingnya menjaga bumi untuk generasi mendatang.

Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan hijau dan sehat di wilayah sekitar. Melalui program ini, para peserta tidak hanya diajak menanam pohon, namun juga diberikan pemahaman akan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai investasi jangka panjang.

Kegiatan ini turut melibatkan tokoh masyarakat, serta relawan dari berbagai elemen pemuda dan organisasi lokal. Diharapkan, sinergi ini mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan aksi serupa dalam menjaga bumi yang kita tempati bersama.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan dokumentasi, masyarakat dapat mengakses situs resmi: www.ansorbuaran.com.


Kontributor : maspik

IPNU IPPNU Kecamatan Buaran Gelar PORSENI 2025: Simbang Wetan dan Pakumbulan Jadi Tuan Rumah



Buaran – Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Buaran sukses menggelar Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) 2025 yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 25 Juli 2025. Kegiatan ini digelar secara meriah dengan dua desa yang menjadi tuan rumah, yakni Simbang Wetan dan Pakumbulan.

Mengusung semangat "Ripettere Ancora La Passione" yang berarti "Mengulang Kembali Semangat", kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah ekspresi dan prestasi bagi para pelajar Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Buaran.

Berbagai cabang olahraga dan seni dipertandingkan dalam PORSENI kali ini, mulai dari futsal, bulu tangkis, hadrah, pidato, hingga lomba-lomba tradisional yang turut melestarikan budaya lokal.


Ketua Panitia, M. Fuad Muzaki, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga pembentukan karakter dan kekompakan antar pelajar.

“Kami ingin membangun semangat sportivitas, kreativitas, dan solidaritas pelajar NU. Lewat PORSENI ini, kita ingin menyalakan kembali semangat juang dan kebersamaan,” ungkapnya.

Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat terlihat begitu besar selama kegiatan berlangsung.

Dengan semangat Ripettere Ancora La Passione, IPNU-IPPNU Buaran berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda NU.