PAC GP Ansor Kecamatan Buaran Gelar Rutinan Mini Soccer di Titik Temu Sport

 

Buaran, 29 Juli 2025 — Departemen Olahraga dan Seni Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Buaran kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun semangat kebersamaan dan sportivitas di kalangan generasi muda. Pada Selasa malam, 29 Juli 2025, digelar kegiatan Mini Soccer yang bertempat di Titik Temu Sport (TTS) dan dimulai pukul 23.00 WIB hingga selesai.

Acara ini diikuti oleh berbagai kader Ansor dan masyarakat sekitar, dengan tujuan utama mempererat tali silaturahmi antar pemuda sekaligus memupuk semangat olahraga di tengah kesibukan aktivitas harian. Dengan antusiasme yang tinggi, para peserta menunjukkan semangat juang yang luar biasa di atas lapangan, menjadikan malam tersebut penuh dengan keceriaan dan kekompakan.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Buaran menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata ajang kompetisi, tetapi lebih dari itu, sebagai sarana membangun solidaritas, kekompakan tim, dan memperkuat nilai-nilai persaudaraan yang selama ini dijunjung tinggi oleh organisasi.

"Melalui olahraga, kita belajar disiplin, kerja sama, dan semangat pantang menyerah. Itulah nilai-nilai yang juga sejalan dengan perjuangan Ansor," ujarnya.

Dengan latar mini stadion dan sorotan lampu yang meriah, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan malam, tetapi juga membangkitkan kembali gairah positif di kalangan pemuda, khususnya di wilayah Kecamatan Buaran.

Kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin yang akan terus dikembangkan ke depan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat dan pemuda lokal.

Semangat Baru dalam Kolaborasi: LATGAB SATKORYON BUARAN Bersama BAGANA dan PORGASI Kabupaten Pekalongan

 


Buaran, 18 Juli 2025 – Suasana malam Sabtu di TPQ As-Syafi’iyah 2, Kelurahan Bligo, Kecamatan Buaran, terasa berbeda dari biasanya. Dalam nuansa kebersamaan yang penuh semangat, digelar kegiatan Rutinan Latihan Gabungan (LATGAB) yang melibatkan SATKORYON BUARAN, BAGANA (Banser Tanggap Bencana) Kabupaten Pekalongan, serta PORGASI (Persatuan Olahraga Air Soft Gun Indonesia).

Kegiatan ini mengusung tema “Semangat Baru, Bersatu Kita Maju”, sebagai bentuk penguatan solidaritas lintas bidang, antara satuan pengamanan, relawan kebencanaan, dan komunitas olahraga taktis. Tema ini menjadi refleksi dari komitmen bersama dalam memperkuat sinergi dan kedisiplinan serta membangun karakter kader yang tangguh, terlatih, dan siap bersatu dalam berbagai misi sosial maupun kebangsaan.

Rangkaian Kegiatan

Acara dimulai dengan apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Komandan SATKORYON BUARAN, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan BAGANA Kabupaten Pekalongan dan koordinator PORGASI. Usai sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan:

Simulasi tanggap bencana yang dipandu oleh tim BAGANA, memberikan pelatihan dasar penanganan darurat bencana alam.

Latihan fisik dan taktis bersama PORGASI, meliputi pembekalan strategi komunikasi lapangan, pembentukan tim cepat tanggap, dan perkenalan penggunaan alat air soft gun sebagai sarana pelatihan kedisiplinan dan sportivitas.

Sharing motivasi dan penguatan ideologi kebangsaan, untuk mempertegas peran pemuda dan kader Ansor/Banser dalam menjaga keutuhan NKRI.

Kolaborasi Strategis dan Berkelanjutan

kegiatan ini bukan hanya ajang latihan rutin semata, melainkan sebagai momentum strategis mempererat silaturahmi dan meningkatkan kemampuan lapangan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan bisa terus dilanjutkan secara berkala dan ditingkatkan cakupannya.

“Kita ingin kader Banser, relawan Bagana, dan teman-teman PORGASI tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga siap bersatu dalam semangat kebangsaan. Karena hari ini, kita tidak cukup hanya dengan niat baik, tapi juga harus terlatih, terorganisir, dan bersatu,” ujar salah satu peserta dengan penuh semangat.

Penutup yang Menginspirasi

LATGAB malam itu ditutup dengan do’a bersama dan makan malam sederhana, penuh keakraban dan semangat persaudaraan. Semangat kolaboratif yang tercipta di TPQ As-Syafi’iyah 2 menjadi cerminan bahwa kader-kader muda di Kabupaten Pekalongan terus bergerak, berlatih, dan berjuang dalam satu tekad: bersatu untuk kemajuan bersama.


Kontributor : ijun

Rutinan Semaan Al-Qur’an PAC GP Ansor Kecamatan Buaran: Menyatukan Hati dalam Cahaya Al-Qur’an


Buaran, 18 Juli 2025 — Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kecamatan Buaran kembali melaksanakan kegiatan rutin bulanan Semaan Al-Qur’an, yang digelar setiap bulan sebagai bentuk komitmen spiritual dan dakwah kader Ansor di tengah masyarakat.

Pada kesempatan bulan ini, kegiatan Semaan Al-Qur’an dilaksanakan di kediaman sahabat Ustadz Khairul Umam, salah satu tokoh muda NU yang aktif dalam pembinaan keagamaan di lingkungan Kecamatan Buaran. Kegiatan dimulai sejak pagi dan diikuti oleh para kader GP Ansor serta masyarakat sekitar dengan penuh kekhusyukan.

Semaan Al-Qur’an merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk:

Menjaga semangat keislaman dan ukhuwah di antara kader dan masyarakat,

Menguatkan budaya literasi Al-Qur’an sebagai sumber utama pedoman hidup umat Islam,

Menumbuhkan ketenangan batin serta semangat dakwah yang berlandaskan rahmatan lil ‘alamin.


Dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan, para peserta secara bergantian membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an hingga khatam. Kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama, tausiyah singkat, serta ramah tamah sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar anggota.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Buaran, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga bentuk nyata kaderisasi ruhani yang perlu dijaga dan dilestarikan. “InsyaAllah, lewat kegiatan seperti ini, kita tidak hanya memperkuat diri secara pribadi, tapi juga membangun peradaban Islam yang damai dan berkeadaban,” ujarnya.

Rutinan Semaan Al-Qur’an GP Ansor Buaran ini akan terus dilanjutkan setiap bulan dengan lokasi bergilir di rumah para kader dan tokoh masyarakat, sebagai bentuk syiar dan penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah kehidupan bermasyarakat.

6 Dampak Negatif Sekolah 5 Hari: Benarkah Solusi atau Tambah Masalah?



Belakangan ini wacana penerapan 5 hari sekolah (Full Day School) kembali mencuat. Bagi sebagian pihak, gagasan ini mungkin terdengar keren dan modern. Tapi, jangan buru-buru setuju sebelum melihat dampak negatifnya secara lebih jernih.

Berikut adalah 6 dampak yang patut jadi pertimbangan sebelum FDS diterapkan secara luas:

1. Pendidikan Keagamaan Nonformal Terancam Hilang
Anak-anak yang pulang sekolah menjelang sore otomatis kehilangan waktu untuk ikut Madrasah Diniyah atau kegiatan keagamaan lainnya.

Padahal, madrasah diniyah selama ini bukan sekadar tempat belajar doa atau hafalan. Di sana anak-anak belajar akhlak, adab, dan pemahaman keislaman yang tak selalu diajarkan di sekolah formal. Jika kegiatan ini hilang, jangan heran kalau nanti muncul krisis karakter spiritual dan moral di generasi muda.

2. Anak Makin Lelah, Stres Mengintai
Belajar seharian penuh jelas bikin fisik dan mental anak terkuras. Apalagi bagi anak-anak di desa yang harus berangkat subuh dan pulang saat adzan maghrib berkumandang.

Akibatnya? Stres, kelelahan, dan konsentrasi belajar menurun. Bukannya makin pintar, bisa-bisa malah makin letih.

3. Kehilangan Waktu Bersosialisasi
Dulu, sepulang sekolah anak-anak bisa bermain dengan teman sebaya, membantu orang tua di ladang, atau ikut TPQ dan kegiatan remaja masjid.

Jika sekolah berlangsung seharian penuh, waktu untuk berinteraksi di luar sekolah jadi hilang. Anak-anak berpotensi tumbuh menjadi pribadi yang terasing dari lingkungan dan kehilangan jati diri sosial.

4. Sulit Diterapkan di Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar)
Full Day School mungkin cocok untuk kota besar dengan fasilitas lengkap. Tapi bagaimana dengan sekolah di pelosok?

Banyak sekolah di desa belum punya kantin, ruang istirahat, atau air bersih yang memadai.

Transportasi juga sering jadi masalah, apalagi kalau pulang sore hari.

Ini justru bisa menambah beban fisik dan ekonomi bagi siswa dan orang tua di daerah terpencil.

5. Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Menyusut
Jika anak terlalu lama di sekolah, otomatis waktu berkualitas bersama keluarga berkurang. Orang tua makin sulit memantau perkembangan perilaku dan sikap anak di rumah.

Lama-lama, pendidikan karakter yang seharusnya ditanamkan di rumah pun makin pudar.

6. Kesenjangan Sosial di Dunia Pendidikan
Sekolah-sekolah besar dengan fasilitas lengkap mungkin mampu menjalankan Full Day School dengan baik. Tapi sekolah kecil atau swasta bisa saja keteteran.

Ini berisiko melahirkan kesenjangan pendidikan yang makin lebar. Yang kaya makin maju, yang kecil dan miskin makin tertinggal.

PAC GP Ansor Kec. Buaran Gelar RAPIM ANCAB 2025, Satukan Langkah Menuju Organisasi yang Lebih Solid

Buaran – 15 Juli 2025

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Buaran sukses menyelenggarakan Rapat Pimpinan Anak Cabang (RAPIM ANCAB) pada Selasa malam Rabu, 15 Juli 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di TPQ An-Nur Kertijayan, Kecamatan Buaran, dan dihadiri oleh jajaran pengurus, kader Ansor, serta perwakilan Banser dari berbagai desa di wilayah kecamatan.

RAPIM ANCAB ini merupakan agenda strategis yang bertujuan untuk menyusun program kerja, memperkuat konsolidasi organisasi, serta mempererat sinergi antarpengurus dan kader. Mengusung semangat “Konsolidasi, Kolaborasi, Aksi”, forum ini juga menjadi ruang evaluasi dan pemantapan arah gerak organisasi ke depan.

Dalam sambutannya, Ketua PAC GP Ansor Kec. Buaran menyampaikan bahwa RAPIM ANCAB bukan sekadar rapat struktural, tetapi momentum penting untuk meneguhkan komitmen kader Ansor dalam mengabdi kepada umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.

> “Kita ingin memastikan bahwa seluruh program kerja ke depan bersifat produktif, menyentuh kebutuhan masyarakat, serta memperkuat posisi Ansor sebagai garda muda NU yang siap bergerak kapan pun dibutuhkan,” ungkap beliau.

Rapat ini juga menjadi wadah bagi para pimpinan ranting untuk menyampaikan laporan kegiatan serta masukan demi kemajuan organisasi. Suasana hangat dan penuh semangat kekeluargaan menyelimuti seluruh rangkaian acara.

Di akhir kegiatan, peserta RAPIM ANCAB sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi dan soliditas dalam menghadapi tantangan organisasi, serta menguatkan peran Ansor dalam membina pemuda di tingkat lokal.






---

Dokumentasi dan informasi selengkapnya dapat diakses melalui: 📱 [Instagram/Facebook] Media Ansor Buaran

🌐 www.ansorbuaran.com

Cara membuat prompt Veo 3 Generator menggunakan aplikasi gemini

Prompt Canvas Gemini:

Prompt 1:
Buatkan aplikasi prompt generator veo 3, hasil promptnya harus sesuai dengan struktur prompt yang benar untuk veo 3.

Prompt 2:
buat susunan kolomnya seperti ini:

1. subjek

2. aksi

3. ekspresi

4. tempat

5. waktu buat opsi pilihan

6. gerakan kamera: buat opsi pilihan

7. pencahayaan: buat opsi pilihan

8. gaya video: buat opsi pilihan

9. suasana video: buat opsi pilihan

10. suara atau musik

11. kalimat yang diucapkan

12. detail tambahan.

Untuk kolom gerakan kamera masukkan Gerakan kamera yang umum dan tambahkan semua kamera motion dari website higgsfield.ai buat pilihannya dalam Bahasa inggris dan buat terjemahan Bahasa indonesia nya, contohnya: 3D Rotation (rotasi 3D).

pada hasil akhir prompt nya susun dengan kalimat yang baik dan kembangkan promptnya agar lebih detail. Kemudian hasil promptnya buat 2 kolom, 1 kolom bahasa indonesia yang bisa di edit lagi, dan buat kolom bahasa inggris untuk hasil finalnya yang tidak bisa diedit yang sudah diterjemahkan ke Bahasa inggris kecuali bagian "kalimat yang diucapkan".

Selamat bersenang-senang sudah mencoba teknologi canggih.