Segmen; Anda Bertanya, Ansor Menjawab (Terbit Setiap Rabu)
Assalamualaikum. Saya mau tanya kang. Dengan seiring perkembangan
teknologi yang semakin maju. Sehingga apapun aktifitas bisa kita lakukan
lewat sosial media. Akhir -akhir ini kan banyak jual-beli cukup
menggunakan aplikasi saja. Misalnya para pedagang ataupun pembeli bisa
menawarkan produknya lewat media sosial tersebut. walaupun diantara
mereka tidak bisa bertatap muka antara penjual dan pembeli. Khususnya
saya kang, ada seorang pebisnis maupun agen dan sejenisnya. Melakukan
jual beli cukup via aplikasi maupun telfon lewat HP. Setelah itu ada
kesepakatan kedua belah pihak pembayaranya melalui transfer gitu kang.
Lah pertanyaan saya, apakah transaksi seperti itu di bolehkan dan
apabila boleh termasuk akad apa kang??
(Taryono - Pemalang )
Jawab :
Waalaikumsalam Sahabat Taryono .
Memang akhiakhir ini bisa disebut zaman serba instan, termasuk jual
belipun bisa dilakukan dengan instan tanpa pergi kepasar . Hanya dengan
sebuah handphone , seolah dunia sudah di genggaman kita .
Lalu , kembali ke pertanyaan Sahabat Taryono , kami mencoba menjawab dengan salah satu referensi sebagaimana berikut.
Dalam kasus jual beli yang sudah tersebut diasat, termasuk kedalam akad
salam yang sah, jika disertai persyaratan penyerahan uang muka di
majlis al-aqdi ( tempat berlangsungnya transaksi ). Atau bisa
dikategorikan bai' al-maushuf fi al-dzimmah (jual beli yang disifati),
jika tsaman (harga) atau mabi' sudah ditentukan dalam akad.
Sebagaimana kami ambil dari Kitab Asy-syarqowy 'ala At-Tahrir Juz 2 Halaman 16 - 17 :
الشرقاوي على التحرير الجزء 2 صح 16-17
(و) العين (التي في الذمة يصح بيعها بذكرها مع جنسها وصفتها كعبد حبشي
خماشي) مع بقية الصفات التي تذكر في السلم (وعد) هذا (بيعا لا سلما مع
أنها) أي العين (في الذمة اعتبارا بلفظه فلا يشرط فيه فيه تسليم الثمن قبل
التفرق) إلا أن يكون ذلك في ربوين فيشرط فيه التقابض قبله كما في العين
الحاضرة وهذا إذ لم يذكر مع ذلك لفظ السلم فإن ذكر كأن قال بعتك كذا سلما
أو اشتريته منك سلما وعلى كون ذلك بيعا يشترط تعيين أحد العوضين في المجلس
وإلا يصير بيع دين بدين وهو باطل (قوله فلا يشترط) تفريع على كونه بيعا اي
بل يشترط التعيين فقط على ما سيأتي ويتفرع عليه أيضا صحة الحوالة به وعليه
والاستبدال عنه بخلافه على كونه سلما فإنه يشترط تسليم الثمن قبل التفرق
ولا يصح فيه شيء مما ذكر – إلى أن قال – (قوله يشترط تعيين أحد العوضين) أي
الغير الربوين أي ولا يشترط قبضه في المجلس لأن التعيين بمنزلة القبض
لصيرورة المعين حالا لايدخله أجل أبدا .
Tim FASI (Forum Alumni Santri Indonesia) Rijalul Ansor PAC Buaran
Semoga Bermanfaat 🙏
Koreksi, Kritik dan Saran sahabatnet bisa disampaikan kepada admin melalui komentar post ini atau inbox.
Media Ansor Buaran berusaha menyediakan ruang untuk para sahabatnet
menyampaikan pertanyaan seputar islam, yang kemudian akan coba dikupas
oleh Gus-gus muda pengurus Rijalul Ansor PAC Buaran.
COMMENTS