ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Keutamaan Lailatul Qadar dan Hikmah di Baliknya

Kamis, 05 Maret 2026

 



Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat agung dan mulia di antara malam-malam lainnya. Dalam Al-Qur’an Allah Ta’ala berfirman bahwa “Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.” Artinya, amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut lebih utama daripada amal selama seribu bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar di dalamnya.

Malam Ditentukannya Takdir

Disebut sebagai Lailatul Qadar karena pada malam itu Allah menetapkan berbagai ketentuan makhluk-Nya untuk satu tahun ke depan. Sebagaimana firman Allah:

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.”

Para malaikat turun ke bumi membawa keberkahan dan rahmat. Malam itu penuh kedamaian hingga terbit fajar.

Waktu Terjadinya

Mayoritas ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Pendapat yang masyhur menyebutkan malam ke-27 Ramadan, meskipun ada pula yang berpendapat malam ke-21, 23, 25, atau 29.

Imam Syafi’i dan para ulama lainnya menjelaskan bahwa waktu pastinya dirahasiakan agar kaum muslimin bersungguh-sungguh beribadah di seluruh sepuluh malam terakhir, tidak hanya pada satu malam tertentu saja.

Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar

Dirahasiakannya malam ini memiliki hikmah besar, di antaranya:

Agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Menghidupkan malam-malam Ramadan dengan salat, zikir, dan tilawah.

Menumbuhkan keikhlasan dalam beramal, bukan sekadar mengejar satu malam tertentu.

Rasulullah ﷺ sendiri menghidupkan sepuluh malam terakhir dengan ibadah yang lebih sungguh-sungguh dibanding malam-malam lainnya.

Keutamaan Amal di Dalamnya

Ibadah pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai yang sangat besar. Salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, dan doa akan dilipatgandakan pahalanya.

Doa yang dianjurkan pada malam tersebut sebagaimana diajarkan Rasulullah ﷺ adalah:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”

(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.)

Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Dalam beberapa riwayat disebutkan tanda-tandanya antara lain:

Malam yang tenang dan tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

Pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang lembut.

Namun tanda-tanda ini bukan untuk memastikan secara pasti, melainkan sebagai isyarat.

Penutup

Lailatul Qadar adalah anugerah luar biasa bagi umat Nabi Muhammad ﷺ. Dengan usia umat yang relatif lebih singkat dibanding umat terdahulu, Allah memberikan kesempatan pahala yang setara dengan ibadah seribu bulan.

Maka, sepantasnya setiap muslim memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan memohon ampunan. Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin.

Share This :

0 Comments